RIWARA.ID, SURAKARTA - Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh para tenaga kesehatan di Kota Solo. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surakarta bersama Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret menggelar kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan Bulan Ramadan.”
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 ini menghadirkan aksi nyata kepedulian kepada masyarakat melalui pembagian paket sembako dan takjil di dua lokasi berbeda di Kota Solo.
Acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan kegiatan pembagian sembako di Kantor IDI Cabang Surakarta, kemudian dilanjutkan dengan pembagian takjil di kawasan Fly Over depan Stasiun Purwosari pada pukul 16.00 WIB.
Ketua IDI Cabang Surakarta, Dr. dr. Muhammad Eko Irawanto, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., FINSDV, FAADV, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian tenaga kesehatan kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi.
“Ya, hari ini kita mengadakan bantuan sosial berupa pembagian makanan dan sembako dalam rangka Ramadan. Kegiatan ini melibatkan teman-teman dari Satuan Sosial Indonesia, dokter Indonesia, serta para relawan,” ujarnya saat ditemui riwara.id di lokasi kegiatan, Sabtu sore.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.
Baca ju ga: Viral! Robert Downey Jr Resmikan Kapal Pesiar Disney Adventure di Singapura, Kapasitasnya 6.700 Penumpang
800 Paket Bantuan Dibagikan
Dalam kegiatan sosial tersebut, panitia menyalurkan sekitar 100 paket sembako serta sekitar 700 paket makanan dan takjil kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang membutuhkan.
Pembagian sembako dilakukan lebih dahulu di kantor IDI Surakarta, sementara pembagian takjil dilakukan di kawasan lalu lintas padat di sekitar fly over Stasiun Purwosari agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sejumlah dokter, relawan, serta anggota organisasi perempuan yang terlibat tampak turun langsung ke lapangan untuk membagikan paket bantuan kepada warga.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Banyak pengendara, pekerja informal, hingga warga sekitar yang menerima paket makanan untuk berbuka puasa.
Agenda Rutin Setiap Tahun
Panitia menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan.
Namun lokasi pelaksanaan selalu berpindah setiap tahun agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kota Surakarta.
“Tahun kemarin kegiatan ini dilaksanakan di daerah Bangjo Pajang. Tahun ini kita adakan di sini agar bisa menjangkau masyarakat yang berbeda,” jelas salah satu panitia kegiatan.
Dengan konsep berpindah lokasi, panitia berharap lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan kehadiran dan kepedulian para tenaga kesehatan.
Kolaborasi Dokter dan Relawan
Kegiatan sosial tersebut juga melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas relawan serta organisasi sosial yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan.
Kolaborasi antara dokter, organisasi perempuan, dan relawan ini menjadi contoh bagaimana solidaritas sosial dapat terbangun dengan baik di tengah masyarakat.
Para dokter tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Momentum Ramadan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.
Harapan untuk Masyarakat
Melalui kegiatan ini, panitia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Meskipun jumlah bantuan tidak terlalu besar, nilai kepedulian dan kebersamaan yang dibangun men jadi pesan utama dari kegia tan tersebut.
“Ini sebenarnya hanya sedikit bentuk berbagi. Karena Ramadan adalah bulan untuk saling berbagi. Harapannya meskipun tidak besar, semoga tetap bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan sosial ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih kuat di tengah masyarakat, terutama ketika berbagai elemen bersatu untuk membantu sesama.*
Inung R Sulistyo



, dari kepercayaan “king’s evil” hingga penemuan Mycobacterium tuberculosis oleh Robert Koch. TB masih menjadi ancaman global hingga saat ini..jpg)
 lengkap saat menangani pasien campak di ruang isolasi rumah sakit. Pemerintah melalui Kemenkes mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penularan penyakit.jpg)
IDI Surakarta bersama IIDI dan DWP FK UNS membagikan 100 paket sembako dan 700 takjil kepada masyarakat dalam kegiatan berbagi Ramadan di Solo.