RIWARA.ID, JAKARTA - Dunia musik Indonesia kembali berduka. Bassist legendaris sekaligus salah satu pendiri band rock ikonik God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada usia 76 tahun pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak God Bless melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka. Dalam pernyataan tersebut, band legendaris itu menyampaikan bahwa Donny Fattah mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis pernyataan resmi God Bless pada Sabtu siang.
Band tersebut juga menyampaikan doa dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan almarhum semasa hidupnya.
“Mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan almarhum. Semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya,” lanjut pernyataan tersebut.
Berjuang Melawan Penyakit Selama Tiga Tahun
Sebelum meninggal dunia, Donny Fattah diketahui telah berjuang melawan sejumlah penyakit yang dideritanya selama hampir tiga tahun terakhir. Kondisi kesehatannya terus menurun akibat komplikasi beberapa gangguan kesehatan.
Musisi kelahiran Makassar pada 24 September 1949 itu diketahui mengidap beberapa penyakit sekaligus, termasuk sarkopenia atau penurunan massa otot tulang, penyumbatan vaskular, serta penyakit autoimun.
Ketiga kondisi tersebut terutama memengaruhi bagian tubuh bawahnya, mulai dari pinggang hingga kaki. Dalam proses pengobatan yang dijalani, Donny bahkan harus mengonsumsi hingga 32 jenis obat setiap hari.
Ia sempat mengungkapkan bahwa efek samping obat-obatan tersebut kerap membuatnya mengalami pusing hingga gangguan penglihatan. Bahkan menurutnya, dampak dari konsumsi obat dalam jumlah besar itu terkadang terasa lebih berat dibandingkan penyakit yang ia derita.
Tetap Bermusik Meski Sakit
Meski kondisi kesehatannya terus menurun, kecintaan Donny Fattah terhadap musik tidak pernah pudar. Baginya, tampil di panggung bersama God Bless bukan sekadar pekerjaan sebagai musisi.
Panggung musik justru menjadi sumber semangat yang memberinya kekuatan untuk terus bertahan. Ia beberapa kali menyebut musik sebagai “obat bagi jiwa” yang membuatnya tetap kuat menjalani masa sulit.
Salah Satu Pendiri God Bless
Nama Donny Fattah tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang band rock legendaris God Bless. Ia merupakan salah satu pendiri grup te rsebut bersama Achmad Albar, mendiang Fuad Hassan, Yockie Suryoprayogo, serta Ludwig Lemans.
Cikal bakal God Bless bermula dari band bernama Crazy Wheels yang tampil di Lemans Pub sebelum akhirnya resmi membentuk God Bless pada 5 Mei 1973.
Nama band tersebut kemudian melejit setelah tampil di panggung musik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perkembangan musik rock Indonesia.
Karier Musik Sejak Remaja
Donny Fattah telah menekuni dunia musik sejak usia remaja. Ia memulai perjalanan bermusiknya pada 1965 dengan membentuk band Harbour Beat bersama Bartje Van Houten dan Minggus Tahitoe.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ketika ia bergabung dengan band Fancy Junior pada tahun 1968. Dari sana, pengalaman dan kemampuannya sebagai bassist semakin berkembang hingga akhirnya menjadi bagian penting dalam lahirnya God Bless.
Permainan bass Donny dikenal khas dan penuh improvisasi. Ia banyak terinspirasi dari pemain bass dunia seperti Stanley Clarke dan Geddy Lee dari band Rush.
Teknik permainan bass yang ia bawa, termasuk teknik funky thump yang dipopulerkan Stanley Clarke, bahkan sempat menjadi tren di kalangan musisi rock Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.
Me lahirkan Lagu-Lagu Legendaris
Selama perjalanan kariernya bersama God Bless, Donny Fattah terlibat dalam berbagai album penting yang menjadi bagian dari sejarah rock Indonesia.
Beberapa lagu legendaris yang dikenal luas oleh penggemar musik Tanah Air antara lain Semut Hitam, She Passed Away, Musisi, Anak Adam, hingga Setan Tertawa.
Cabikan bass khas Donny menjadi salah satu elemen utama yang membentuk karakter musik God Bless selama puluhan tahun.
Terlibat dalam Proyek Musik Besar
Saat God Bless sempat mengalami masa vakum, Donny tetap aktif bermusik. Pada 1990 ia bergabung dengan proyek musik Kantata Takwa yang digagas oleh Setiawan Djody.
Proyek tersebut melahirkan album legendaris Kantata Takwa yang mendapat sambutan luas dari pecinta musik Indonesia.
Selain itu, Donny juga memperkuat formasi band Gong 2000 bersama Ian Antono yang menghasilkan sejumlah album seperti Bara Timur, Laskar, dan Prahara.
Dalam proyek Gong 2000, Donny juga aktif menulis beberapa lagu seperti Basa-Basi, Mulut-Mulut, serta Penantian.
Jejak Musik Seorang Legenda
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia, khususnya bagi para penggemar rock Tanah Air.
Selama lebih dari lima dekade berkarya, ia dikenal sebagai salah satu bassist paling berpengaruh di Indonesia. Gaya permainannya bahkan menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda di Indonesia, Malaysia, hingga Singapura.
Jejak musik yang ia tinggalkan bersama God Bless dan berbagai proyek musik lainnya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah musik rock Indonesia.*
Inung R Sulistyo


Legenda rock Indonesia Donny Fattah, bassist dan pendiri God Bless, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Sosoknya menjadi pilar penting sejarah musik rock Tanah Air.