Jangan Dianggap Sepele! Penyakit Campak Ternyata Bisa Menular dan Menjadi Parah, Ini Penjelasannya

  • Ayu Abriyani
  • Rabu, 04 Maret 2026 | 12:06 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Ilustrasi - Imunisasi Penyakit Campak
Ilustrasi - Imunisasi Penyakit Campak (Foto: Instagram.com/@kemenkes_ri)

RIWARA.id - Saat ini, penyakit campak tengah merebak di Indonesia karena jumlah kasusnya yang meningkat. Ternyata, penyakit campak sangat menular. Satu orang bisa menularkan hingga 18 orang. Peningkatan penyakit campak yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan dampak dari cakupan imunisasi yang sempat menurun.

Beberapa wilayah di Indonesia sempat dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga penyakit ini menjadi perhatian serius dari pemerintah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tahun 2025, ditemukan sebanyak 63.769 kasus suspek dan 116 KLB penyakit campak. Data itu berdasarkan konfirmasi laboratorium di 16 provinsi.

Sementara, dari data laboratorium di 6 provinsi di Indonesia hingga Februari 2026, ditemukan 8.810 kasus suspek dan 2 KLB penyakit campak.

Sebagai informasi, penyakit campak adalah penyakit infeksi saluran nafas yang disebabkan oleh Morbillivirus. Penyakit ini sangat menular. Penularan bisa melalui percikan ludah dan udara (airbone) dari orang yang terinfeksi saat batuk, bersin atau bersent uhan dengan benda yang terkontaminasi.

Dikutip Riwara.id dari akun Instagram @kemenkes_ri, Rabu 4 Maret 2026, berikut ini sejumlah gejala penyakit campak:

- Demam tinggi (biasanya terjadi pada hari ke-15 setelah paparan).

- Batuk dan pilek.

- Gatal-gatal dan terkadang disertai diare.

- Ruam merah makulopapular yang biasanya muncul di hari ke-18.

- Mata merah (konjungtivitis).

- Yang paling berisiko adalah anak yang belum/tidak lengkap imunisasi Campak-Rubella (MR) dan status gizinya kurang baik.

Apabila tidak segera ditangani, penyakit campak bisa menjadi parah dengan gejala:

- Sesak nafas akibat radang paru (pneumonia).

- Kejang akibat radang otak (ensefalitis).

- Dehidrasi akibat diare berat.

- Kerusakan otak progresif seperti Panensefalitis Sklerosis Subakut.

- Jika sangat parah bisa menyebabkan kematian.

Pencegahan Penyakit Campak

Untuk mengendalikan penyebaran p enyakit campak, Kemenkes terus berupaya melakukan pencegahan dengan 4 langkah. Pertama, penguatan surveilans yang berupa pemantauan ketat dan penyelidikan epidemiologi 1x24 jam sejak kasus ditemukan.

Kedua, skrining pintu masuk negara dengan pengecekan suhu dan gejala bagi pelaku perjalanan. Ketiga, perluasan imunisasi rutin dan imunisasi kejar (catch-up) MR, serta pemberian imunisasi tambahan prioritas pada Balita di daerah KLB. Keempat adalah tatalaksana medis yang berupa isolasi, pengobatan, dan pemberian vitamin A pada pasien.

Selain upaya dari pemerintah, masyarakat juga diminta untuk ikut berperan dalam memutus mata rantai penularan dengan:

- Cek Status Imunisasi. Pastikan anak mendapat imunisasi MR lengkap (usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD).

- Berpartisipasi Aktif. Apabila ada pelaksanaan imunisasi tambahan di wilayah masing-masing, sebaiknya ikut berpartisipasi untuk pencegahan.

- Segera ke Faskes. Apabila anak demam disertai ruam merah, segeralah bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

- Terapkan PHBS. Selalu menjaga kebersihan diri dengan memakai masker saat sakit, terapkan etika batuk, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Itulah ulasan tentang penyakit campak yang kembali merebak di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan membawa anak untuk melakukan imunisasi MR secara lengkap agar penularan bisa dicegah.

Penyakit campak tengah merebak di Indonesia karena jumlah kasusnya meningkat. Penyakit ini sangat menular dan bisa menyebabkan kematian.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News