RIWARA.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Angkatan Laut negaranya siap mengawal kapal-kapal pengangkut minyak melalui Selat Hormuz.
Langkah ini menurutnya bisa mencegah lonjakan harga minyak dunia yang terjadi semenjak AS-Israel menyerang Irak tanggal 28 Februari lalu.
Seperti dilansir dari The Guardian, Trump pada Selasa (3/3/2026) menjamin keamanan lalu lintas angkutan minyak di Selat Hormuz.
Tak hanya dengan pengawalan kapal perang US Navy, dia juga memerintahkan US International Development Finance Corporation (DFC) untuk menjamin asuransi risiko politik beserta jaminan keuangan untuk aktivitas perdagangan di perairan kawasan Teluk.
Upaya Trump ini untuk mencegah l onjakan harga minyak global yang terjadi sejak Iran mengumumkan menutup total Selat Hormuz, sehari setelah perang meletus.
Diperkirakan, pada kondisi normal, sekitar 20-21 juta barel minyak diangkut kapal melalui Selat Hormuz, atau sekitar 20 persen dari perdagangan minyak dunia
Minyak-minyak ini berasal dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab untuk tujuan China, India, Korea Selatan dan negara-negara Asia lainnya.
Indonesia, menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, tidak terlalu cemas dengan penutupan Selat Hormuz, pasalnya impor minya dari kawasan tersebut tidak lebih dari 25 persen.
Meski demikian, Indonesia tidak bisa menghindari lonjakan harga minyak global yang telah mencapai 7-12 persen.
Reaksi Skeptis Pemilik Kapal
Namun, masih menurut The Guardian, pemilik kapal dan para analis bersikap skeptis bahwa pengawalan militer serta dukungan asuransi dari DFC akan cukup untuk menghentikan kenaikan harga.
DFC, yang diluncurkan pada 2019, merupakan lembaga pemerintah yang bermitra dengan investor swasta guna mendukung berbagai proyek di negara berkembang.
Trump menjadikan penurunan biaya bahan bakar bagi warga Amerika sebagai bagian utama dari pesan ekonomi pemerintahannya.
Langkah ini menandakan kesediaannya menggunakan instrumen keuangan dan militer untuk mencegah gangguan terhadap pasokan minyak mentah global.
“Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan kelancaran arus energi ke seluruh dunia,” tulis Trum p dalam unggahan di media sosial.
Iran Ancam Tenggelamkan Semua Kapal
Pernyataan Trump ini bertentangan dengan niat Iran yang tidak ingin setetes pun minyak dari kawasan Teluk akan mengalir dan dimanfaatkan oleh AS.
Seperti dikutip Al Jazeera, seorang komandan di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan diserang, menurut media pemerintah Iran.
“Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melintas, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal tersebut,” kata Ebrahim Jabari, penasihat senior panglima tertinggi IRGC, pada Senin.
Iran menegaskan target sejumlah infrastruktur penting energi dunia sebagai bagian dari pembalasan atas kampanye pengeboman Israel dan Amerika Serikat yang dimulai pada Sabtu dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior lainnya.
“Kami juga akan menyerang pipa-pipa minyak dan tidak akan mengizinkan setetes pun minyak keluar dari kawasan ini. Harga minyak akan mencapai 200 dolar dalam beberapa hari ke depan,” ujar Jabari dalam unggahan di kanal Telegram IRGC.
“Amerika, dengan utang ribuan miliar dolar, bergantung pada minyak kawasan ini. Namun mereka harus tahu bahwa tidak setetes pun minyak akan sampai kepada mereka,” demikian kutipannya yang juga diberitakan kantor berita semi-resmi Tasnim. (*)
Ari Kristyono


Iran tutup Selat Hormuz dan ancam serang kapal tanker. Trump kerahkan US Navy, harga minyak global naik 7-12 persen.