RIWARA.id - Pemerintah mempercepat revitalisasi 1.741 sekolah terdampak bencana di Sumatra dengan total anggaran mencapai Rp1,254 triliun hingga akhir Februari 2026.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dihimpun Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencan a (Seknas SPAB) per 27 Februari 2026 mencatat seluruh sekolah tersebut telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.
Dari total anggaran yang disiapkan, dana sebesar Rp411,4 miliar telah dicairkan untuk mendukung percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar pascabencana.
Baca juga: BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem hingga 5 Maret 2026, Bali dan Sulsel Catat Hujan Sangat Lebat
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan pemenuhan hak belajar peserta didik menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat.
“Setiap anak berhak kembali belajar dalam kondisi aman dan nyaman. Karena itu, percepatan pencairan anggaran dan penyempurnaan mekanisme penyaluran bantuan menjadi langkah konkret agar ruang belajar yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan,” ujar Gogot dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Program revitalisasi difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pembelajaran kembali normal. Pencairan anggaran sempat tertunda akibat adendum PKS yang menyesuaikan penambahan kebutuhan mebel dalam menu revitalisasi.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Blood Moon 3 Maret 2026 Hiasi Ramadan, Ini Jadwal Lengkapnya
Pemerintah menargetkan tambahan 248 sekolah segera menandatangani PKS pada pekan depan. Sementara itu, pencairan bantuan terus berjalan bagi sekolah yang telah menyelesaikan proses administrasi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercepat transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan pendidikan yang terukur.
Selain revitalisasi fisik sekolah, Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) juga membuka blokir anggaran bantuan pemerintah senilai Rp21,6 miliar. Dana tersebut ditargetkan segera diproses agar dapat dimanfaatkan mendukung kebutuhan pembelajaran.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada tenaga pendidik terdampak. Hingga kini, bantuan sebesar Rp220 miliar telah diterima sekitar 36 ribu guru. Proses verifikasi masih berlangsung terhadap sekitar 23 ribu guru lainnya.
Masyarakat dapat memantau perkembangan terbaru sekolah terdampak banjir dan longsor susulan melalui laman resmi referensi.data.kemendikdasmen.go.id/bencana.
Melalui percepatan revitalisasi dan dukungan pembiayaan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan pembelajaran sekaligus mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Sumatra. (*)
.jpg)
.jpg)



Sebanyak 1.741 sekolah terdampak bencana di Sumatra direvitalisasi dengan anggaran Rp1,2 triliun.