RIWARA.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung hingga 5 Maret 2026.
Prakirawan BMKG, Rhaeni Chindi, dalam Info BMKG, Jumat (27/2/2026), menjelaskan dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan masih aktif dan berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG juga mengevaluasi kejadian hujan ekstrem di Bali dan Sulawesi Selatan pada periode 23–26 Februari 2026. Di Provinsi Bali, curah hujan tercatat mencapai 216,9 mm per hari, masuk kategori ekstrem. Sementara di Sulawesi Selatan, intensitas hujan mencapai 146,5 mm per hari, tergolong sangat lebat.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Blood Moon 3 Maret 2026 Hiasi Ramadan, Ini Jadwal Lengkapnya
“Curah hujan dengan intensitas tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” ujar Rhaeni.
BMKG mengidentifikasi sejumlah faktor atmosfer yang memengaruhi kondisi tersebut, antara lain La Nina lemah yang masih terdeteksi dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Ind onesia bagian timur.
Selain itu, Madden Julian Oscillation (MJO) diprakirakan masih aktif dan mendukung pertumbuhan awan konvektif. Terdapat pula sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Lampung dan Samudra Pasifik timur laut Papua Nugini yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi pemicu hujan lebat.
BMKG membagi prakiraan dalam dua periode utama. Untuk periode awal, wilayah berstatus Peringatan Dini Siaga yang perlu mewaspadai hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang meliputi:
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Baca juga: Mudik Gratis Pertamina Dibuka 2 Hari Lagi, Ada 17 Kota Tujuan, Ini Syarat dan Ketentuannya
Sementara pada periode 2–5 Maret 2026, potensi hujan lebat kategori Siaga masih berlanjut di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
BMKG mengingatkan masyarakat tetap tenang namun siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama perjalanan darat, laut, dan udara. Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi, dan media sosial resmi BMKG.
Selain itu, layanan Digital Weather for Traffic (DWT) dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi cuaca di jalur perjalanan.
“Informasi cuaca dapat berubah secara dinamis. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi dari kanal resmi BMKG,” tutup Rhaeni.
BMKG imbau waspada cuaca ekstrem hingga 5 Maret 2026. Bali dan Sulsel catat hujan sangat lebat hingga ekstrem.