Nilai Baru TKA 2026 Bukan Penentu Kelulusan Siswa, Ini Penjelasan Kemendikdasmen Terkait Fungsinya

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:17 WIB
Ilustrasi - Kemendikdasmen Menyatakan Nilai TKA 2026 Bukan Menjadi Penentu Kelulusan Siswa
Ilustrasi - Kemendikdasmen Menyatakan Nilai TKA 2026 Bukan Menjadi Penentu Kelulusan Siswa (Foto: kemendikdasmen.go.id)

RIWARA.id – Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK sederajat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan TKA tahun ini bukanlah penentu kelulusan siswa, tetapi salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik dan bahan evaluasi dalam pembelajaran di sekolah.

“Jadi TKA ini sudah terstandar dan hasilnya akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Ini bukan soal gagal atau berhasil. TKA ini tujuannya memetakan mutu pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dikutip Riwara.id dari laman kemendikdasmen.go.id, Rabu 28 Oktober 2026.

Menurutnya, hasil TKA perlu dipahami sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai akhir dari proses belajar siswa. Pelaksanaan TKA pada pertengahan tahun ajaran juga memberi kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki kemampuan akademik, sebelum menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMA/SMK atau sederajat.

“Setelah kita tahu hasil tes TKA seperti apa, kita bisa perbaiki. Karena pelaksanaannya pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih bisa belajar satu semester lagi. Jadi, masih memiliki waktu belajar untuk memperbaiki kekurangan mereka,” ungkapnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa soal TKA disusun dengan memperhatikan standar validitas dan reliabilitas. Bentuk soal dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir siswa, termasuk melalui pertanyaan yang mendorong penalaran dan tidak hanya mengandalkan hafalan atau perhitungan langsung.

Skor Baru TKA 2026

Dalam program TKA untuk jenjang SMA/SMK sederajat tahun ini, Kemendikdasmen menerapkan skor atau nilai yang baru dari TKA sebelumnya. Skor TKA yang sebelumnya di rentang 0-100 kini menjadi rentang 200-800.

Perubahan nilai ini tidak berarti soal menjadi lebih sulit. Kesulitan ditentukan oleh rancangan soal, sedangkan skor menentukan bagaimana hasil pembelajarannya. Skor baru ini juga dilengkapi dengan penjelasan capaian kategori yang terdiri dari kategori Baik, Memadai, Kurang, dan Istimewa.

Selain itu, TKA juga berfungsi dalam seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Skor TKA dapat digunakan untuk alat standardisasi nasionalsekaligus validator nilai rapor.

Fungsi lain skor baru TKA yaitu memungkinkan hasil ujian dari satu tahun ke tahun berikutnya disetarakan. Maka, tingkat kesulitan soal di masa depan tidak akan merugikan atau penguntungkan angkatan tertentu.

Nilai baru TKA 2026 jenjang SMA/SMK bukanlah penentu kelulusan siswa. Nilai baru ini dilengkapi kategori untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam pembelajaran.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories