Serangan Rudal Dekat Makkah: Indonesia Didorong Galang Dukungan Negara Islam

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:35 WIB
Houthi ancam serang AS jika ikut campur perang melawan Saudi
Houthi ancam serang AS jika ikut campur perang melawan Saudi (Foto: The Internasional Crisis)

 

RIWARA.id - Panasnya perang antara Arab Saudi melawan Houthi membuat keselamatan warga sipil Indonesia di Timur Tengah menjadi terancam.

Dilansir dari DPR.go.id, atas dasar itulah, Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh meminta pemerintah untuk aktif melakukan diplomasi terhadap perang tersebut. 

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus mengambil jalan diplomasi agar serangan Houthi terhadap Arab Saudi bisa berhenti. 

Langkah tersebut penting agar bisa meredakan konflik dan memastikan keselamatan warga sipil, termasuk jemaah umrah Indonesia.

Pernyataan anggota dewan ini berdasarkan laporan serangan dua rudal balistik Houthi yang berhasil dicegah oleh Arab Saudi pada 24 Oktober 2026. 

Puing-puing rudal tersebut jatuh di wilayah Wadi Al-Mughammas, 20 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah.

“Saya sangat prihatin dengan serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi. Konflik bersenjata seperti ini harus segera dihentikan karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bertikai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sipil,” ujar Oleh Soleh.

Pemerintah Indonesia harus segera menjalankan langkah diplomatik dengan mendorong pihak terkait agar bisa menghentikan serangan dan duduk di meja perundingan.

Indonesia juga harus bisa menggandeng negara lain, terutama negara Islam agar bisa menyuarakan perdamaian di kawasan Teluk. 

“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegasnya.

Menurut Oleh Soleh, Indonesia harus mempunyai kepentingan dalam memberikan kontribusi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Soleh menekankan pentingnya diplomasi, dialog dan kerja sama internasional agar bisa meredakan ketegangan dan ancaman tidak semakin meluas. 

Menurut Soleh, eskalasi konflik bisa membuat khawatir para WNI yang sedang menjalankan umrah atau menjadi ekspat di Arab Saudi. 

Aspek keamanan dan keselamatan jemaah harus bisa menjadi perhatian serius dari pemerintah. 

“Masyarakat Indonesia yang datang ke Tanah Suci harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang. Jangan sampai konflik bersenjata ini membahayakan jemaah umrah kita. Karena itu, penghentian serangan menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Harus Ada Koordinasi

Soleh juga meminta Kementerian Luar Negeri agar berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk memantau situasi keamanan terkini.

Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi nomor satu. 

Pemerintah juga harus mempersiapkan langkah antisipasi apabila kondisi keamanan memburuk, termasuk dalam memberikan informasi serta imbauan perjalanan kepada masyarakat.

Terakhir, Soleh menekankan bahwa diplomasi tidak hanya cukup pada berorientasi pada meredakan ketegangan sesaat tapi juga harus mendorong penyelesaian konflik berkelanjutan. ***

DPR meminta Indonesia tak sekadar jadi penonton dalam konflik Arab Saudi-Houthi. Pemerintah didorong menggandeng negara-negara Islam untuk menyuarakan dialog dan perdamaian.

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories