RIWARA.id - Pada awal bulan Oktober 2026, Zona Musim di Indonesia masih dominan mengalami musim kemarau. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada 25 provinsi di Indonesia yang mengalami daerah kurang hujan ekstrem panjang.
Di Indonesia, terjadi perbedaan karakteristik cuaca antar wilayah, dengan masih adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh kondisi kering, meskipun dinamika atmosfer yang masih aktif tetap mendukung potensi terjadinya hujan dengan intensitas signifikan di sejumlah wilayah.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Selasa 13 Oktober 2026, berikut ini 25 provinsi di Indonesia yang mengalami daerah kurang hujan ekstrem panjang:
1. Daerah Istimewa Yogyakarta (161 hari).
2. Jawa Tengah (160 hari).
3. Jawa Timur (159 hari).
4. Nusa Tenggara Timur (148 hari).
5. NTB (145 hari).
6. Bali (143 hari).
7. Jawa Barat (140 hari).
8. Banten (137 hari).
9. Sulawesi Selatan (132 hari).
10. Maluku (124 hari).
11. Bangka Belitung (123 hari).
12. Sulawesi Tenggara (119 hari).
13. Kalimantan Selatan (118 hari).
14. Sulawesi Utara (118 hari).
15. Sulawesi Barat (118 hari).
16. Kalteng (117 hari).
17. Lampung (116 hari).
18. Maluku Utara (116 hari).
19. DKI Jakarta (109 hari).
20. Sumatra Selatan (106 hari).
21. Papua Barat (100 hari).
22. Papua (92 hari).
23. Sulawesi Tengah (81 hari).
24. Jambi (80 hari).
25. Kaltim (79 hari).
Selain itu, titik panas (hotspot) juga masih terdeteksi di sejumlah wilayah yaitu Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, serta Papua Selatan.
Sebaran asap karhutla juga telah mencapai sebagian Sumatra bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta sebagian Papua.
Terkait adanya cuaca panas dan udara kering yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, BMKG mengimbau masyarakat agar:
- Menggunakan tabir surya untuk melindungi paparan sinar matahari.
- Memastikan kecukupan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
- Waspadai risiko dehidrasi dan kelelahan.
- Hemat dalam penggunaan air, waspadai kekeringan, serta karhutla.
- Hindari membakar sampah atau membuka lahan sembarangan, terutama lahan gambut, semak belukar, dan hutan.
- Segera laporkan jika menemukan titik api.
BMKG merilis 25 provinsi di Indonesia yang mengalami daerah kurang hujan ekstrem panjang saat puncak musim kemarau.