Atalia Praratya Ungkap Fakta Mengejutkan: Jemaah Haji Mayoritas Perempuan, Tapi Petugasnya Minim?

Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:28 WIB
DPR Minta Petugas Haji Perempuan Diperbanyak
DPR Minta Petugas Haji Perempuan Diperbanyak (Foto: The Express Tribune)

 

RIWARA.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendorong ditambahnya jumlah petugas haji perempuan untuk ibadah tahun 2027.

Dilansir dari DPR.go.id, penambahan petugas ini sangat penting agar proses ibadah haji 1448/2027 M bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. 

Menurut Atalia, kebutuhan petugas haji perempuan sangat penting karena komposisi jemaah haji Indonesia tahun depan yang akan didominasi perempuan.

Contoh saja dari sekitar 5.913 jemaah haji asal Sumatra Utara, total ada 3.300 berjenis kelamin perempuan dan laki-laki hanya 2.500 orang.

Komposisi ini perlu diimbangi dengan ketersedian petugas haji perempuan yang memadai agar semua kebutuhan jemaah bisa ditangani dengan baik. 

“Kami mendorong agar dari sisi pendampingan untuk ibadah haji, khususnya petugas haji dan juga pendampingan ibadah, mudah-mudahan bisa ditambah dari komposisi jumlah perempuannya,” ujar Atalia yang dikutip dari DPR.go.id.

Pada penyelenggaraan ibadah haji 2026, hampir sekitar 55 persen jemaah merupakan perempuan dan komposisi petugas haji perempuan hanya 33 persen saja.

Keberadaan petugas haji perempuan mempunyai peran penting dalam memberikan pendampingan terhadap kebutuhan setiap jemaah perempuan selama ibadah haji berlangsung. 

“Kita berharap mudah-mudahan tahun ini tidak ada pengurangan, bahkan harusnya lebih banyak dari itu, karena kita tahu dari tahun ke tahun komposisi perempuan yang akan berangkat ternyata lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki,” jelas legislator Fraksi Partai Golongan Karya tersebut.

Selain masalah komposisi petugas haji, materi manasik haji juga harus diperkuat agar tidak hanya fokus pada aspek hukum, rukun, wajib serta sunah ibadah.

Calon jemaah haji juga harus mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek atau kegiatan yang akan dihadapi sejak perjalanan sampai ketika berada di Tanah Suci. 

“Kita berharap ada pembekalan yang lebih dalam terkait dengan bagaimana cara menggunakan seatbelt misalkan di pesawat terbang, bagaimana terkait dengan keselamatan di pesawat terbang, bagaimana cara menggunakan toilet yang mungkin berbeda dibandingkan dengan toilet yang biasa mereka pergunakan, termasuk juga penggunaan telepon genggam dan lain sebagainya,” tutur Atalia.

Pembekalan praktis ini menjadi sangat penting, terutama bagi jemaah yang masih belum bisa menggunakan fasilitas tertentu selama ibadah haji berlangsung.

Karena itu, manasik harus bisa dilengkapi dengan simulasi serta video edukasi yang mudah dipahami oleh calon jemaah. 

“Kami berharap bahkan kalau bisa ada simulasi-simulasi atau video-video yang memberikan edukasi. Saya kira itu akan sangat-sangat membantu bagi calon jemaah haji,” ujarnya.

“Ini menjadi bagian dari pengawasan kami agar berbagai masukan yang kami terima di lapangan dapat ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan,” pungkas Atalia

Arab Saudi Siapkan Operasi Militer

Di sisi lain, Arab Saudi masih berperang dengan kelompok milisi Houthi asal Yaman.

Militer Saudi sedang mempersiapkan operasi militer tehadap kelompok Houthi yang didukung oleh Iran untuk merebut kembali Selat Bab el-Mandeb. 

Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. 

Dilansir dari Reuters, ada dua skenario yang akan diambil oleh Riyadh untuk melawan kelompok Houthi.

Pertama, Riyadh akan melakukan serangan terbatas di sekitar Selat Bab el-Mandeb atau operasi darat yang lebih luas di wilayah Yaman.

Arab Saudi akan menggunakan serangan udara serta memberikan informasi intelijen kepada pasukan Yaman. 

Pasukan militer Yaman akan melakukan serangan darat langsung melawan Houthi.

Pejabat Yaman mengatakan sudah ada lebih dari 100.000 tentara yang bisa dipersiapkan untuk mobilisasi.

Semoga Bermanfaat.***

DPR dorong penambahan petugas haji perempuan untuk 2027 seiring dominasi jemaah wanita. Simak juga sorotan pembekalan manasik dan situasi keamanan Saudi.

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories