Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat, Benarkah Efeknya Lebih Parah Dibanding Influenza Biasa? Ini Penjelasan Kemenkes

Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB
Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat
Kasus Influenza A di Indonesia Meningkat (Foto: Instagram.com/@kemenkes_ri)

RIWARA.id - Akhir-akhir ini kasus penularan Influenza A tengah ramai dibicarakan masyarakat karena jumlah penderitanya yang kian meningkat.

Sebagai informasi, Influenza A adalah infeksi virus pada saluran pernapasan yang menular dan memiliki gejala lebih berat, serta datang lebih mendadak daripada flu biasa.

Influenza A bisa menimbulkan keparahan berupa risiko komplikasi seperti pneumonia atau gangguan pernapasan yang lebih tinggi, terutama untuk kelompok rentan.

Namun, tidak perlu panik, situasi di Indonesia saat ini masih terkendali dan dalam kategori rendah, yang mengikuti pola musiman.

Kelompok usia yang paling rentan adalah balita. Meskipun demikian, semua kelompok usia tetap berisiko terkena dan tertular Influenza A.

Sesuai data di Kementerian Kesehatan, proporsi spesimen positif influenza pada pekan ke-36 lebih tinggi (51%) dibanding pekan sebelumnya (37%). Kasus terbanyak Influenza A berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Semua orang bisa tertular Influenza A, namun ada 5 kelompok rentan yang wajib ekstra waspada terhadap penularan, yaitu balita, anak dan remaja, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta.

Gejala Influenza A dan B sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @kemenkes_ri, Senin 28 September 2026, berikut ini gejala Influenza A:

1. Demam atau menggigil.

2. Flu batuk.

3. Nyeri tenggorokan dan suara serak.

4. Mual, muntah, dan diare (sering terjadi pada anak-anak).

5. Nyeri kepala dan pegal linu.

6. Kelelahan.

Cara Pencegahan Penularan Influenza A

- Cuci tangan dengan sabun di air pengalir.

- Terapkan etika batuk dan bersin.

- Gunakan masker saat bergejala, terutama di tempat ramai.

- Kurangi kontak dekat ketika sedang sakit.

- Istirahat cukup dan makan bergizi.

- Apabila gejala menjadi lebih berat dan kondisi memburuk, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Influenza disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak digunakan untuk mengobati infeksi virus. Obat antivirus juga tidak boleh dikonsumsi sembarangan untuk mencegah resistensi obat.

Mayoritas kasus ringan Influenza A dapat diatasi oleh sistem kekebalan tubuh dengan istirahat cukup, konsumsi air putih, serta gizi seimbang.

Kasus Influenza A di Indonesia meningkat. Efeknya bisa lebih parah dibanding Influenza biasa karena bisa menyebabkan pneumonia atau gangguan pernapasan akut.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories