BMKG Merilis Data Terbaru Sebaran Abu Vulkanik Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia, Warga Diminta Lakukan Ini

Selasa, 15 September 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi - BMKG Merilis Data Sebaran Abu Vulkanik Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia
Ilustrasi - BMKG Merilis Data Sebaran Abu Vulkanik Erupsi 4 Gunung Api di Indonesia (Foto: Pixabay.com)

RIWARA.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru sebaran abu vulkanik dari erupsi 4 gunung api di Indonesia. Data tersebut merupakan hasil analisis citra RGB Himawari-9 pada 15 September 2026 pukul 19.00 WIB.

Sebagai informasi, Himawari-9 adalah satelit meteorologi geostasioner milik Badan Meteorologi Jepang (JMA) yang digunakan untuk memantau cuaca, iklim, serta dinamika atmosfer.

Satelit ini bisa mendeteksi dini bencana, memantau sebaran abu vulkanik saat ada erupsi gunung api, memantau asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta estimasi potensi curah hujan. 

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Selasa 15 September 2026, berikut ini data sebaran abu vulkanik erupsi 4 gunung api di Indonesia:

- Gunung Lewotolo: abu vulkanik mengarah ke barat dan mencakup sebagian kabupaten Lambata.

- Gunung Dukono: abu vulkanik mengarah ke timur laut dan mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Utara, Kepulauan Morotai, dan Perairan Barat Daya Morotai.

- Gunung Ibu: abu vulkanik mengarah ke timur laut dan mencakup sebagian Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara.

- Gunung Semeru: abu vulkanik mengarah ke Tenggara dan mencakup sebagian Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, dan Perairan Selatan Lumajang.

Paparan abu vulkanik tersebut dapat menyebabkan berbagai dampak pada kesehatan dan transportasi, yaitu:

Dampak Kesehatan

- Iritasi mata dan kulit.

- Batuk dan gangguan pernapasan.

- Memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

 

Dampak Transportasi

- Mengurangi jarak pandang.

- Membuat jalan menjadi licin.

- Mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.

- Mengganggu fungsi mesin dan peralatan transportasi.

- Mengganggu navigasi dan operasional transportasi darat, laut, maupun udara.

- Menyebabkan keterlambatan, pengalihan rute, hingga penghentian sementara perjalanan.

- Meningkatkan risiko kecelakaan apabila abu cukup tebal.

Terkait kondisi sebaran abu vulkanik tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

1. Tidak panik namun tetap waspada.

2. Masyarakat yang berada di sekitar Kabupaten Lembata, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Kepulauan Morotai, dan Perairan Barat Daya Morotai, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, dan Perairan Selatan Lumajang diimbau lebih waspada.

3. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi bisa dicek langsung melalui kanal BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat

BMKG merilis data terbaru sebaran abu vulkanik erupsi 4 gunung api di Indonesia. Data itu merupakan hasil analisis citra RGB Himawari-9 pada 15 September 2026 pukul 19.00 WIB.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories