JAKARTA, RIWARA.ID - Estafet kepemimpinan di Kementerian Keuangan kini resmi berganti. Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Suahasil Nazara melangkah sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru dengan fondasi pengalaman yang tak diragukan lagi.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dari Senayan. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menilai penunjukan Suahasil sebagai keputusan yang tepat untuk menjaga kestabilan dan kesinambungan kebijakan fiskal nasional.
"Beliau sangat prudent. Paham soal fiskal dan orang lama di Kemenkeu," ujar Fauzi dikutip dari laman RRI, Selasa, 15 September 2026.
Rekam jejak Suahasil yang menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dianggap menjadi modal vital. Jam terbang tinggi ini diyakini mampu membawa transisi yang mulus demi mewujudkan kualitas belanja negara yang lebih efektif bagi masyarakat.
Arahan Tegas Presiden: APBN Sehat, Kredibel, dan Terpercaya
Memasuki babak baru kepemimpinannya, Suahasil mengungkapkan arahan langsung dari Presiden Prabowo. Fokus utamanya cukup jelas: memastikan APBN tidak hanya kuat secara postur, tetapi juga kredibel di mata publik dan pasar.
"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," tutur Suahasil dilansir dari laman resmi predisenri.go.id.
Untuk mewujudkannya, Menkeu baru ini mematok sejumlah komitmen kunci:
- Disiplin Fiskal: Menjaga defisit APBN konsisten berada di bawah ambang batas 3 persen.
- Komunikasi Pu blik: Membangun keterbukaan dan konsistensi informasi agar kebijakan fiskal dapat terus dipercaya masyarakat.
- Dukungan Prioritas: Memastikan APBN bekerja optimal menyokong program-program strategis pemerintah.
Makna Efisiensi: Bukan Sekadar Potong Anggaran
Salah satu sorotan menarik dari pesan awal Suahasil adalah pemaknaan ulang terkait efisiensi anggaran. Bagi mantan Kepala BKF ini, efisiensi bukan berarti sekadar memangkas alokasi belanja secara drastis.
"Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Dengan koordinasi transisi yang matang di internal Kementerian Keuangan, kepemimpinan Suahasil Nazara diharapkan mampu menjaga napas perekonomian nasional tetap stabil, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. ***
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menkeu disambut positif DPR. Intip fokus utamanya: jaga defisit di bawah 3%, transparansi, hingga efisiensi belanja APBN.