Pemerintah Sediakan Dana Bencana Rp5 Triliun, Menkeu Purbaya Garansi Cair Cepat Tanpa Hambatan

Senin, 17 Agustus 2026 | 13:33 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Info Publik)

RIWARA.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggaransi kesiapan penuh anggaran penanggulangan bencana nasional dengan menyiagakan dana darurat sebesar Rp5 triliun yang dapat dicairkan sewaktu-waktu.

Kepastian tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat memberikan keterangan pers dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Pemerintah memastikan bahwa seluruh kebutuhan dana penanganan kondisi darurat bencana di tanah air berada dalam posisi siap guna agar proses tanggap darurat tidak terhambat birokrasi.

Menkeu Purbaya menegaskan, apabila estimasi dana awal Rp5 triliun tersebut ternyata masih kurang untuk menutupi kebutuhan di lapangan, Kementerian Keuangan siap menyuntikkan tambahan anggaran secara fleksibel.

Besaran alokasi dana tambahan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan eskalasi dampak bencana serta pengajuan kebutuhan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Dana bencana itu selalu stand by Rp5 triliun. Tapi kalau kurang kita tambah lagi, tergantung permohonan dari BNPB," kata Purbaya kepada awak media.

Guna memastikan penyaluran dana tidak memakan waktu lama, Kementerian Keuangan telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) percepatan khusus pencairan dana darurat bencana.

Selama berkas permohonan dan rincian alokasi dari BNPB jelas, Purbaya menjamin jajarannya akan langsung memproses pengucuran dana dalam waktu singkat.

"Khusus untuk bencana, SOP kita cepat follow up. Begitu surat permintaan masuk dan peruntukannya jelas, langsung kita tindak lanjuti," ujar Menkeu.

Selain dana cadangan pusat yang dikelola Kemenkeu, BNPB saat ini juga telah memegang anggaran siap pakai (on-call budget) yang disiagakan untuk penanganan taktis di lapangan.

Purbaya mengungkapkan, saat ini terdapat alokasi dana operasional BNPB sekitar Rp500 miliar yang siap diturunkan kapan saja untuk merespons titik-titik bencana aktif di daerah.

"Sekarang di BNPB juga sudah ada dana yang siap digunakan, nilainya hampir Rp500 miliar. Jadi kalau kurang, kita injeksi lagi dari pusat," tutur Purbaya.

Langkah responsif ini diambil agar aspek pendanaan fiskal tidak menjadi penghalang dalam menyelamatkan jiwa masyarakat serta memulihkan wilayah terdampak bencana.

Di luar isu penanganan bencana, Purbaya juga menyampaikan optimismenya terkait laju pertumbuhan ekonomi nasional pada momentum peringatan HUT ke-81 RI.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menembus angka 6 persen pada tahun depan, diiringi pemulihan iklim investasi dan penguatan ketahanan nasional.

Purbaya berharap dinamika bencana di tanah air dapat semakin mereda, namun pemerintah tetap dalam posisi siaga penuh mengantisipasi segala potensi risiko darurat yang ada. (*)

 

Menkeu Purbaya siapkan dana cadangan bencana Rp5 triliun. Pemerintah jamin pencairan anggaran tanggap darurat BNPB berlangsung cepat.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories