Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Puluhan Penerbangan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Sempat Ditunda Dalam 2 Hari Terakhir

Selasa, 08 September 2026 | 17:05 WIB
Ilustrasi - Puluhan Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Sempat Ditunda Dalam 2 Hari Terakhir Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi - Puluhan Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Sempat Ditunda Dalam 2 Hari Terakhir Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau (Foto: Pixabay.com)

RIWARA.id – Meskipun erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berdampak langsung di wilayah Jawa Tengah, namun puluhan jadwal penerbangan dari dan menuju Bandar Udara (Bandara) Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengalami penghentian dan penundaan (delay) dalam dua hari terakhir.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan pada Minggu 6 September 2026, ada sebanyak 36 penerbangan yang terpaksa dibatalkan. Jumlah tersebut terdiri dari 18 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan.

“Dampak pembatalan penerbangan pada hari Minggu berimbas pada 1.318 penumpang, yang terdiri dari 831 penumpang keberangkatan dan 487 penumpang kedatangan,” ujar Sulistyo Yulianto dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Selasa 8 September 2026.

Sementara itu, berdasarkan pendataan hingga Senin 7 September 2026 pukul 10.00 WIB, menunjukkan ada penambahan penundaan dan pembatalan penerbangan sebanyak 29 penerbangan, yang meliputi 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.

Dari data hingga pukul 10.00 WIB mencatat ada 3.520 penumpang terdampak, terdiri dari 1.842 penumpang berangkat dan 1.578 penumpang kedatangan. Mayoritas rute penerbangan yang terdampak adalah rute Semarang–Jakarta dan sebaliknya.

Meskipun terjadi penundaan dan penghentian penumpang, pengelola bandara memastikan situasi tetap aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya kekacauan. Pengelola bandara juga memastikan operasional tetap berjalan tanpa kendala yang berarti.

“Alhamdulillah di Semarang tidak terjadi chaos atau kekacauan yang tidak terkendali. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak maskapai (airline) sehingga penumpang mendapatkan informasi lebih awal mengenai kelanjutan penerbangan,” jelasnya.

Terkait opsi penanganan calon penumpang, pihak maskapai penerbangan menyediakan dua pilihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pertama, penjadwalan ulang (reschedule) dan kedua adalah pengembalian uang tiket (refund).

“Bagi penumpang yang memilih reschedule, mereka memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mengatur ulang jadwal penerbangan berikutnya. Sementara, bagi yang mengajukan refund, prosesnya dapat langsung ditangani sesuai prosedur masing-masing maskapai,” imbuhnya Sulistyo Yulianto.

Pihak Angkasa Pura Indonesia juga menegaskan jika kendala operasional ini tidak berdampak pada rute penerbangan internasional, maupun ke bandara sekitar seperti Solo. Penerbangan internasional seperti rute Malaysia dan Singapura tetap berjalan normal dan aman.

Puluhan penerbangan di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sempat ditunda pada Minggu 6 September 2026 dan Senin 7 September 2026, akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories