Beri Edukasi Perlindungan Pekerja Informal, Mahasiswa KKN UNS Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Petani Desa Pasuruhan

Senin, 07 September 2026 | 16:53 WIB
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan untuk Petani dari KKN 167 UNS Bersama BPJS Ketenagakerjaan Magelang, Senin 3 Agustus 2026
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan untuk Petani dari KKN 167 UNS Bersama BPJS Ketenagakerjaan Magelang, Senin 3 Agustus 2026 (Foto: Dok. KKN UNS 167)

RIWARA.id - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 167 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertugas di Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menggelar kegiatan berupa sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan khusus bagi petani setempat.

Kegiatan ini diadakan pada Senin 3 Agustus 2026, pukul 19.30–21.00 WIB, bertempat di Aula Balai Desa Pasuruhan. Program ini bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Magelang.

Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai pekerja di sektor informal, masih banyak petani yang belum memahami bahwa BPJS Ketenagakerjaan bisa memberikan perlindungan bagi pekerja mandiri seperti mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN juga berupaya memberikan pemahaman mengenai

pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk manfaat perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Sosialisasi ini menyasar empat kelompok tani yang tersebar di empat dusun di Desa Pasuruhan, yaitu Bayanan Wetan, Bayanan Kulon, Kedon, dan Jagan.

Masing-masing kelompok tani mengirimkan 10 perwakilan anggotanya, sehingga total ada sekitar 40 petani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari penanggung jawab program kerja, Nurul Ayomi. Materi utama disampaikan langsung oleh narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan Magelang, Irma Herlina Dewi.

Sebelum sesi tanya jawab, juga ada sesi testimoni dari Nurul Ayomi yang turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang atlet, yang kerap bersinggungan langsung dengan pengurusan BPJS Ketenagakerjaan.

Testimoni ini menjadi jembatan yang memperkuat pemahaman peserta sebelum sesi diskusi interaktif berlangsung.

“Kami berharap dalam sosialisasi ini, petani di Desa Pasuruhan tidak hanya paham soal manfaat BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga berani mengambil langkah untuk mendaftar demi perlindungan diri sendiri dan keluarga saat bekerja di ladang,” ujar Nurul Ayomi yang dikutip Riwara.id dari rilis yang diterima Senin 7 September 2026.

Menurutnya, petani termasuk pekerja rentan yang justru sering luput dari perlindungan jaminan sosial.

"Dengan iuran yang terjangkau, sebenarnya pekerja informal sudah bisa mendapatkan manfaat JKK dan JKM,” jelas Irma Herlina Dewi.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Bahkan setelah sesi tanyajawab resmi berakhir, sejumlah peserta masih mengajukan pertanyaan lanjutan kepada narasumber maupun tim mahasiswa.

Sebagian peserta menyatakan masih ragu untukmendaftar, namun tidak sedikit pula yang menyampaikan kesiapannya untuk segera mendaftarkan diri.

Tim mahasiswa turut mendampingi dan membantu proses pendaftaran bagi peserta yang berminat untuk mendaftar langsung di lokasi kegiatan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kelompok KKN 167 UNS dengan dua mahasiswa dari Kelompok KKN 74 Universitas Tidar (Untidar) yang turut bergabung dalam tim pelaksana program.

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, dan tim penyelenggara.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap kesadaran petani Desa Pasuruhan terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bisa meningkat, sehingga risiko kerja di sektor pertanian dapat diminimalkan dengan perlindungan yang memadai.

Mahasiswa KKN UNS mengadakan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi Petani Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, untuk perlindungan pekerja informal.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories