RIWARA.id – Di tengah ketidakpastian dan fragmentasi ekonomi global, kerja sama konkret antarnegara menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dalam Eastern Economic Forum (EEF) atau Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia pada 3 September 2026, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan peran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia dengan aset yang dikelola mencapai USD1 triliun.
Danantara diproyeksikan bermitra dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF), untuk mempertemukan pasar modal dan pembiayaan proyek strategis yang layak secara finansial atau bankable.
“Danantara dapat bertindak sebagai jembatan tempat pasar modal dan tujuan strategis Rusia-Indonesia bertemu,” ujar Presiden Prabowo yang dikutip Riwara.id dari akun Instagram @indonesia.go.id, Minggu 6 September 2026.
Di forum tersebut, Presiden Prabowo mengundang pelaku usaha Rusia untuk berinvestasi membangun industri bersama di Indonesia, menciptakan nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar ke kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.
Presiden juga menekankan setiap kesepakatan investasi wajib memiliki kejelasan nilai, skema pembiayaan, dan target pelaksanaan yang terukur.
Kerja sama konkret di sektor pangan, energi, sains, logistik dan perdagangan menjadi langkah proaktif mengatasi gangguan rantai pasok dan tantangan sistem keuangan di dunia. Kolaborasi ini fokus pada hasil nyata yang akuntabel untuk menopang kemandirian ekonomi nasional.
“Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sektor pangan, energi, sains, logistik, dan perdagangan merupakan jawaban praktis,” ungkap Presiden.
Pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin
Selain menjadi pembicara utama dalam EEF ke-11 di Vladivostok, Presiden Prabowo juga bertemu dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam acara jamuan makan siang.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin kedua negara membahas penguatan hubungan dan kerja sama bilateral di berbagai bidang, mulai dari perminyakan, energi, perikanan, pertanian, ekonomi, pendidikan tinggi, kosmonautika, hingga pertukaran teknologi.
Presiden Vladimir Putin menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Volume perdagangan kedua negara tahun lalu juga meningkat 12%.
Hubungan antara Indonesia dengan Rusia telah terjalin lebih dari 50 tahun dan semakin erat setelah kedua negara meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis di tahun lalu. Kerja sama ekonomi pun terus berkembang, salah satunya melalui penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.
Danantara diproyeksikan bermitra dengan RDIF untuk mempertemukan pasar modal dan pembiayaan proyek strategis antara Indonesia dengan Rusia.