BGN Lakukan Efisiensi Anggaran Rp30 Triliun di Tahun 2027, Akankah Berpengaruh Pada Penyelenggaraan MBG? Ini Penjelasannya

Minggu, 06 September 2026 | 15:02 WIB
BGN Lakukan Efisiensi Pagu Anggaran untuk MBG 2027
BGN Lakukan Efisiensi Pagu Anggaran untuk MBG 2027 (Foto: Instagram.com/@bakom.ri)

RIWARA.id – Dalam rangka menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027, Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengajukan Rencana Kerja dan Anggarannya. Hal itu disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Kamis 3 September 2026.

Saat itu, BGN mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2027 sebesar Rp240,20 triliun untuk keberlanjutan dan optimalisasi program MBG. Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar ini menyatakan bahwa penyusunan anggaran BGN dilakukan melalui dua tahap penetapan, yaitu Pagu Indikatif dan Pagu Anggaran.

“Pagu Indikatif disusun berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif sebesar Rp270,20 triliun, sedangkan Pagu Anggaran disusun berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran sebesar Rp240,20 triliun. Pagu Anggaran inilah yang menjadi dasar Rencana Kerja dan Anggaran untuk 2027,” ujar Mas Dar dikutip Riwara.id dari laman bgn.go.id, Minggu 6 September 2026.

Dari total Pagu Anggaran Rp240,20 triliun, terdiri dari Rp232,88 triliun atau 96,95% untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional. Sementara Rp7,33 triliun atau 3,05% dialokasikan dalam Program Dukungan Manajemen.

Dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional, alokasi untuk MBG mencapai Rp232,50 triliun atau 99,84%. Anggaran yang mencakup penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Sudaryono menegaskan penyusunan anggaran BGN tidak hanya untuk mendukung penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memperkuat berbagai komponen yang mampu menopang penyelenggaraan program secara menyeluruh.

“Di dalam Pagu Anggaran itu juga terdapat dukungan terhadap sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, serta penguatan tata kelola,” jelas Mas Dar.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN dalam membangun sistem pemenuhan gizi yang berkelanjutan. Dengan demikian, penyelenggaraan MBG tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bagi penerima manfaat, tetapi turut ditopang dengan sistem yang mendukung kualitas serta keberlangsungan program.

Tahun 2027, BGN menargetkan Program MBG dapat menjangkau 72.464.886 penerima manfaat. Target tersebut terdiri dari 60.599.777 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jumlah tersebut di atas basis RPJMN 2027 yang menetapkan target penerima manfaat sebesar 64,94 juta orang.

Berdasarkan anggaran yang telah disusun, BGN memastikan pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat berbagai aspek pendukung pemenuhan gizi nasional. Penguatan tersebut meliputi sistem informasi, edukasi, kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan, pengawasan, serta tata kelola program.

BGN lakukan efisiensi anggaran Rp30 triliun untuk penyelenggaraan MBG tahun 2027. Hal itu dibahas dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories