RIWARA.id - Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan untuk tahun 2026.
Pengumuman pembukaan seleksi peserta didik akan dilaksanakan bulan Agustus 2026. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengatakan putra putri Indonesia yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan, agar menyiapkan diri sebaik mungkin.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya kesempatan untuk menjadi ASN, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian kepada masyarakat,” kata Menteri Rini, yang dikutip Riwara.id dari laman menpan.go.id, Jumat 14 Agustus 2026.
Setelah diumumkan, pendaftaran akan dilakukan secara online melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pendaftaran calon siswa sekolah kedinasan bisa diakses pada laman sscasn.bkn.go.id.
Tahun ini ada sembilan instansi yang membuka formasi sekolah kedinasan. Instansi tersebut adalah Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN).
Total kuota nasional untuk sekolah kedinasan tahun ini sebanyak 4.770 formasi. Jumlah itu meningkat dari tahun 2025 sebanyak 3.257 formasi.
Seleksi sekolah kedinasan tahun 2026 akan tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini terbukti menghilangkan praktik curang dalam seleksi CASN seperti "titipan orang dalam", joki, dan kecurangan lainnya.
Menteri Rini mengimbau agar para peserta mengikuti seleksi dengan baik. Hasil akhir tetap akan ditentukan dari kemampuan masing-masing individu.
“Jangan mudah percaya kepada berbagai pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk masuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Menteri Rini.
Tahapan seleksi CPNS Sekolah Kedinasan dimulai dengan seleksi administrasi. Lalu, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan pada September 2026.
SKD Sekolah Kedinasan terdiri dari tiga materi utama, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Setelah SKD, pelamar sekolah kedinasan akan mengikuti seleksi lanjutan yang diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.
Rini berharap para peserta dapat menyiapkan kompetensi diri, menjaga integritas, serta percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Semoga dalam seleksi Sekolah Kedinasan 2026 ini dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” imbuh Menteri Rini.
Rincian Formasi Sekolah Kedinasan Tahun 2026
1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri) ada 1.410 formasi.
2. Sekolah Kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan ada 891 formasi.
3. Politeknik Keuangan Negara-STAN (Kementerian Keuangan) ada 1.000 formasi.
4. Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN) ada 50 formasi.
5. Politeknik Statistika STIS (Badan Pusat Statistik) ada 564 formasi.
6. Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum) ada 250 formasi.
7. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan) ada 375 formasi.
8. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ada 130 formasi.
9. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN) ada 100 formasi.
Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi kebutuhan CPNS melalui jalur sekolah kedinasan untuk tahun 2026. Jumlah kebutuhan itu dari 9 instansi yang memiliki sekolah kedinasan.