PROBOLINGGO, RIWARA.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas. Hingga Kamis, 13 Agustus 2026, tim gabungan dari berbagai unsur masih terus berjuang memadamkan titik-titik api yang tersebar di wilayah Gunung Bromo.
Kondisi darurat ini berdampak langsung pada sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Demi menjamin keselamatan dan keamanan para wisatawan, Pemkab Probolinggo menutup sementara objek wisata Puncak Seruni Point.
"Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan, dengan berat hati akses menuju Puncak Seruni Point kami tutup sementara," kata Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi.
Heri menjelaskan bahwa durasi penutupan ini bersifat fleksibel dan belum ditentukan batas waktunya. Pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan titik api serta tingkat keamanan di lapangan sebelum memutuskan untuk membuka kembali destinasi tersebut.
Langkah antisipasi serupa juga diambil oleh pengelola Jembatan Kaca Bromo Sky. Destinasi ikonik yang berada di kawasan Seruni Point tersebut resmi ditutup untuk umum sejak Kamis.
Manager Jembatan Kaca Bromo Sky, Bambang Hariwahjudi, menegaskan bahwa keputusan ini diambil tidak hanya mempertimbangkan faktor keselamatan pengunjung, tetapi juga sebagai bentuk keprihatinan dan empati terhadap tim gabungan serta relawan yang tengah berjibaku menaklukkan si jago merah.
Penutupan ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, operasional area kafe di kawasan Bromo Sky tetap berjalan normal. ***
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo kian meluas. Pemkab Probolinggo resmi menutup sementara akses wisata Puncak Seruni Point dan Jembatan Kaca.