Gawat! Kebakaran Bromo Merembet ke Bukit Cinta, Petugas Bertaruh Nyawa Padamkan Api di Tebing Curam

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Petugas berupaya keras memadamkan api di wilayah Bromo
Petugas berupaya keras memadamkan api di wilayah Bromo (Foto: IG/bbtnbromotenggersemeru)

PASURUAN, RIWARA.id- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus berjalan. Pada hari ke-11, amukan si jago merah meluas hingga memasuki ke wilayah administrasi Kabupaten Pasuruan.

Kobaran api yang mulanya terdeteksi di kawasan Bukit Dingklik kini merembet cepat ke area wisata populer lainnya, yakni Bukit Cinta. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi diiringi kobaran api yang membesar secara mendadak akibat terpaan angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa pergerakan api berjalan sangat cepat di vegetasi kering pegunungan. Menurutnya, fokus utama tim gabungan saat ini adalah membendung pergerakan api agar tidak merembet ke titik-titik vital, seperti Bukit Kingkong hingga Puncak Penanjakan.

"Sampai hari ini masih terjadi kebakaran, utamanya sekarang menjalar ke Bukit Cinta, apinya cukup besar dan merembet cepat sekali," kata Sugeng dikutip dari laman resmi pasuruankab.go.id, Kamis, 13 Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi titik api mendekati pemukiman warga, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengerahkan armada penuh. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dan enam mobil tangki air disiagakan di titik-titik krusial kawasan bawah.

Bahu-Membahu Menembus Medan Terjal

Ratusan personel yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, BPBD, BNPB, Satpol PP, petugas TNBTS, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus bahu-membahu menembus medan sulit. Mereka memanjat tebing-tebing curam berbekal selang panjang yang terhubung langsung ke armada tangki air.

Tantangan terbesar yang dihadapi tim pemadam di lapangan adalah minimnya pasokan air di area atas pegunungan. Ketersediaan air yang terbatas memaksa armada bolak-balik mengambil pasokan dari kawasan bawah, memakan waktu serta tenaga yang tidak sedikit. Meski begitu, dedikasi para petugas di lapangan tak pernah surut demi mengamankan kawasan TNBTS.

"Kita kesulitan pasokan air karena letaknya di pegunungan, namun demikian kita bekerja keras seluruh elemen tak kenal lelah," tutur Sugeng.

Gempuran Udara Mulai Dikerahkan

Melihat akses darat yang terjal dan sulit dijangkau manusia, dukungan pemadaman dari udara akhirnya dikerahkan. Pihak BNPB dan BPBD Jawa Timur menerjunkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api di jurang dalam.

Hingga laporan ini dibuat, helikopter khusus tersebut tercatat telah melakukan setidaknya lima kali manuver penyiraman udara (water dropping). Dalam sekali angkut, helikopter memuntahkan sekitar 1.000 liter air tepat di atas titik-titik api utama.

"Sampai sekarang pemadaman air terus kita lakukan. Dan kami berterima kasih dari BPBD Jatim dan BNPB yang juga melakukan water boombing di lokasi kebakaran," lanjut Sugeng

Sinergi antara gempuran udara dan perjuangan keras tim darat diharapkan dapat segera menjinakkan api total, sehingga kawasan Bromo dapat kembali aman dan hijau seperti sediakala. ***

Karhutla di TNBTS meluas hingga merembet ke Bukit Cinta. Tim gabungan dan water bombing dikerahkan demi cegah api tembus Penanjakan.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories