Paskah Kelam di Gaza: Umat Kristiani Rayakan Kebangkitan di Tengah Reruntuhan dan Kelaparan

  • Ari Kristyono
  • Senin, 06 April 2026 | 20:31 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Umat Kristiani di Gaza, kini jumlahnya menyusut drastis tersisa kurang dari 1.000 orang.
Umat Kristiani di Gaza, kini jumlahnya menyusut drastis tersisa kurang dari 1.000 orang. (Foto: Al Jazeera)

 

RIWARA.id – Umat Kristiani di Jalur Gaza merayakan Hari Paskah dengan suasana duka yang mendalam di tengah gempuran militer Israel yang terus berlanjut.

Hari raya yang seharusnya penuh sukacita kini berubah menjadi momen keprihatinan akibat kekurangan pangan akut, pemadaman listrik, dan hancurnya gereja-gereja bersejarah yang telah berdiri selama lebih dari 2.000 tahun.

Dikutip dari berita Al Jazeera, populasi umat Kristiani di Gaza kini menyusut hingga kurang dari 1.000 jiwa.

Banyak dari mereka yang gugur dalam serangan udara atau terpaksa mengungsi ke luar wilayah kantong tersebut.

Fouad Ayad, seorang warga Gaza City, menceritakan betapa sulitnya menemukan kebutuhan pokok seperti telur dan daging untuk tradisi makan siang komunal Paskah tahun ini.

"Kami hanya bisa berdoa, kami menolak merayakan pesta karena banyak syuhada yang telah gugur," ungkap Fouad.

Kondisi di lapangan semakin mencekam karena pembatasan akses oleh pihak keamanan Israel.

Warga Kristiani di Gaza bahkan dilarang melakukan perjalanan ke Kota Tua Yerusalem Timur untuk beribadah di Gereja Makam Kudus selama dua tahun terakhir.

Hal ini diperparah dengan kebijakan penutupan Masjid Al-Aqsa bagi jemaah Muslim sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran, yang memperluas eskalasi konflik di seluruh kawasan.

Di sisi lain, militer AS terus memperkuat keberadaannya di wilayah tersebut. Pasukan infanteri Amerika kini mulai dibekali dengan senapan serbu XM8 terbaru sebagai upaya meningkatkan proteksi di tengah kerugian besar aset udara mereka.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, AS kehilangan berbagai pesawat tempur dan pendukung dalam operasi di kawasan, yang membuat pengamanan darat di titik-titik krusial menjadi prioritas utama.

Tragedi di Gaza ini menambah daftar panjang penderitaan rakyat Palestina yang menurut catatan lembaga kemanusiaan PBB telah mencapai lebih dari 72.000 korban jiwa sejak Oktober 2023.

Bagi komunitas kecil Kristen di Gaza, Paskah kali ini bukan lagi soal kemeriahan, melainkan tentang ketahanan iman dan harapan untuk bertahan hidup di tanah yang terus dihujani bom. (***)

 

Paskah kelam di Gaza: Kurang dari 1.000 umat Kristiani bertahan di tengah kelaparan dan serangan. Simak laporan lengkap dikutip dari Al Jazeera.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News