Daftar Alutsista Udara AS yang Rontok di Perang Iran: Kerugian Total Tembus US$5 Miliar

  • Ari Kristyono
  • Senin, 06 April 2026 | 14:36 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Dua dari banyak alutsista Amerika Serikat yang rontok dalam perang melawan Iran. Pesawat A-10 Thunderbolt II dan helikopter serbu MH-6 Little Bird
Dua dari banyak alutsista Amerika Serikat yang rontok dalam perang melawan Iran. Pesawat A-10 Thunderbolt II dan helikopter serbu MH-6 Little Bird (Foto: Airforce-technology dan Aerosociety)

 

RIWARA.id – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) mencatatkan rekor kerugian alutsista udara paling kelam dalam sejarah modern selama kampanye Operasi Epic Fury di Iran.

Berdasarkan data komprehensif hingga 5 April 2026, Washington tidak hanya kehilangan aset selama operasi serangan udara rutin, tetapi juga menderita kehancuran masif dalam satu misi penyelamatan pilot tempur yang menjadi operasi SAR tempur termahal di dunia.

Menurut laporan Air Force Technology, Sejak pecah konflik pada 28 Februari lalu, USAF tercatat kehilangan sedikitnya 4 unit F-15 Strike Eagle.

Tiga di antaranya jatuh akibat insiden friendly-fire di Kuwait, sementara satu unit F-15E ditembak jatuh jauh di dalam wilayah Iran yang memicu operasi penyelamatan darurat.

Misi evakua si tersebut justru menjadi "lubang hitam" anggaran setelah AS kehilangan tambahan pesawat pendukung mulai dari pesawat angkut HC-130J Combat King II, helikopter MH-6 Little Bird, hingga satu unit pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II.

Kerugian di sektor pesawat nirawak juga mencapai angka yang mengkhawatirkan. Sedikitnya 16 unit MQ-9 Reaper telah dijatuhkan oleh pertahanan udara Iran.

Meski tidak berawak, hilangnya drone tersebut mewakili sekitar 6% dari total armada global AS.

Selain itu, hancurnya satu unit pesawat peringatan dini E-3D Sentry di pangkalan Arab Saudi memberikan dampak strategis besar karena jumlah unitnya yang terbatas dibandingkan armada tanker KC-135 yang juga rontok sebanyak 8 unit.

Di tengah tingginya risiko di darat saat operasi evakuasi, pasukan operasi khusus elit AS kini mulai mengandalkan senapan serbu XM8 kaliber 6.8 mm.

Penggunaan senjata terbaru ini merupakan upaya untuk memberikan daya pukul lebih besar bagi tim penyelamat yang harus menghadapi unit komando Faraj Rangers Iran di medan terjal Pegunungan Zagros. 

Senjata ini diharapkan mampu menutupi celah keamanan saat aset udara pendukung satu per satu rontok di langit Iran.

Secara keseluruhan, analis militer memperkirakan total kerugian ekonomi dari hilangnya pesawat, penggunaan amunisi presisi, dan biaya p engerahan darurat telah melampaui angka US$5 miliar (sekitar Rp79 Triliun).

Hilangnya aset-aset strategis seperti F-15E hingga kemungkinan kerusakan pada jet siluman F-35 memicu perdebatan serius di Pentagon mengenai kemampuan pertahanan udara Iran yang ternyata jauh lebih mematikan dari perkiraan intelijen awal. (***)

Rangkuman kerugian udara AS di Perang Iran: 3 Jet F-15, 16 Drone MQ-9, hingga pesawat AWACS rontok. Total kerugian tembus US$3 Miliar!

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News