RIWARA.id – Militer Amerika Serikat berhasil mengevakuasi seorang perwira menengah berpangkat kolonel yang merupakan operator sistem senjata (Weapon Systems Officer/WSO) jet tempur F-15E Strike Eagle, Minggu (5/4/2026).
Sang kolonel berhasil dijemput tim SAR Tempur (CSAR) setelah 48 jam bersembunyi di celah batuan terjal Pegunungan Zagros, Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Iran barat daya.
Operasi ini disebut-sebut sebagai misi penyelamatan paling berani sekaligus termahal dalam sejarah militer modern. Presiden AS Donald Trump melalui Truth Social mengeklaim keberhasilan evakuasi ini sebagai kemenangan besar.
Namun, harga yang harus dibayar Washington sangat fantastis. Analis militer memperkirakan biaya operasi ini menembus angka US$2 miliar atau sekitar Rp31 triliun, akibat banyaknya aset udara yang rontok dihantam pertahanan udara Iran selama misi berlangsung.
Dalam upaya menjemput sang kolonel, AS kehilangan rentetan pesawat canggih.
Teheran mengeklaim telah menembak jatuh pesawat angkut berat C-130 Hercules di selatan Isfahan yang tengah menjalankan misi pencarian.
Tak hanya itu, daftar kerugian AS mencakup satu unit A-10 Thunderbolt II, dua pesawat pendukung HC-130J Combat King II, satu helikopter MH-6 Little Bird, serta beberapa drone MQ-9 Reaper.
Dua helikopter HH-60 Jolly Green II juga dilaporkan rusak berat akibat serangan darat.
Di darat, Tim CSAR yang diterjunkan dilaporkan mulai menggunakan senapan serbu XM8 terbaru untuk menghadapi unit komando Faraj Rangers Iran.
Pertempuran hebat pecah di titik panas wilayah Koh Siah dan Kakan, yang mengakibatkan sedikitnya sembilan orang tewas.
Penggunaan XM8 yang lebih ringkas diharapkan mampu memberikan keunggulan dalam pertempuran jarak dekat di medan pegunungan yang sempit, meskipun pasukan AS harus bertaruh nyawa di bawah kepungan milisi lokal yang tergiur sayembara hadiah dari Teheran.
Keberhasilan membawa pulang sang WSO dan pilot F-15E yang telah dievakuasi sebelumnya kini menyisakan pertanyaan besar bagi Pentagon.
Hilangnya aset udara senilai miliaran dolar dalam satu operasi tunggal menunjukkan kerentanan serius kekuatan udara Amerika di lingkungan berisiko tinggi.
Situasi di Iran barat daya tetap mencekam seiring meningkatnya eskalasi militer pasca evakuasi berdarah tersebut. (***)
Ari Kristyono





Operasi CSAR termahal sejarah! AS habiskan US$2 miliar demi evakuasi WSO F-15E di Iran. C-130 dan A-10 jadi tumbal di Pegunungan Zagros.