Kiamat Radiasi Mengintai: Iran Peringatkan Dampak Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir

  • Ari Kristyono
  • Minggu, 05 April 2026 | 10:30 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Lokasi fasilitas nuklir Iran
Lokasi fasilitas nuklir Iran (Foto: Anadolu Agency)

 

RIWARA.id –  Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melayangkan peringatan keras kepada dunia internasional bahwa serangan beruntun Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir negaranya dapat memicu kontaminasi radioaktif masif.

Peringatan tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dirjen IAEA Rafael Grossi, Sabtu (4/4/2026), menyusul serangan terbaru yang menewaskan satu orang di PLTN Bushehr.

Anadolu Agency menulis, Araghchi menegaskan bahwa aksi militer tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan di seluruh kawasan. 

Sejak akhir Februari lalu, sejumlah situs krusial seperti fasilitas pengayaan uranium Natanz dan PLTN Bushehr telah dihantam rudal berulang kali. 

"Serangan ilegal ini mengekspos seluruh kawasan pada risiko kontaminasi radioaktif yang serius dan tidak boleh diabaikan," tegas Araghchi sebagaimana dikutip dari kantor berita IRNA.

Ketegangan mencapai titik didih setelah utusan AS untuk PBB secara terbuka menyatakan bahwa serangan terhadap PLTN Bushehr bukan lagi hal yang mustahil.

Iran mencatat sedikitnya tujuh serangan besar terhadap infrastruktur nuklir mereka dalam sebulan terakhir, termasuk pemboman terhadap pabrik air berat Khondab dan situs pengolahan uranium Shahid Ahmadi Roshan pada 27 Maret lalu. 

Jarak ledakan yang hanya terpaut ratusan meter dari reaktor operasional di Bushehr dinilai menciptakan situasi yang tak tertahankan.

Absennya kecaman dari PBB dan IAEA dianggap Iran sebagai lampu hijau bagi Washington dan Tel Aviv untuk terus melancarkan agresi.

Sejak operasi gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari—yang menewaskan lebih dari 1.340 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei—Teheran terus membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta negara-negara tetangga yang menampung aset militer AS.

Kini, dunia berada di ambang bencana lingkungan jika kebocoran radiasi benar-benar terjadi akibat hantaman rudal pada reaktor nuklir yang sedang beroperasi.

Teheran menuntut tindakan nyata dari Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan serangan sebelum wilayah Timur Tengah berubah menjadi zona mati radioaktif yang permanen. (*)

Iran peringatkan ancaman radiasi global akibat serangan AS-Israel ke fasilitas nuklir. PLTN Bushehr dan Natanz jadi sasaran utama.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News