RIWARA.id – Amerika Serikat resmi memulai pembangunan prototipe silo peluncuran skala penuh untuk rudal balistik antarbenua (ICBM) LGM-35A Sentinel di Promontory, Utah.
Proyek ambisius yang dikelola oleh Northrop Grumman bersama Bechtel ini bertujuan untuk menguji pendekatan modular guna mempercepat pengerjaan sekaligus menekan biaya operasional senjata nuklir masa depan tersebut.
Dikutip dari Air Force Technology, pembangunan prototipe ini menjadi langkah krusial untuk memvalidasi integritas struktural dan metode konstruksi baru.
Sistem Sentinel dirancang untuk menggantikan infrastruktur tua Minuteman III yang sudah puluhan tahun beroperasi.
Dengan desain modular, silo baru ini diharapkan lebih mudah dirawat dan memiliki tingkat kelangsungan hidup (survivability) yang lebih tinggi dalam skenario perang nuklir.
Sarah Willoughby, General Manager Northrop Grumman, menegaskan bahwa Sentinel merupakan prioritas keamanan nasional.
Penggunaan konsep silo modular ini diklaim akan mempersingkat lini masa pengembangan yang biasanya memakan waktu sangat lama.
Langkah ini penting untuk memastikan 450 silo peluncuran yang direncanakan dapat terpasang tepat waktu tanpa mengganggu kesiapan tempur nuklir AS.
Sejauh ini, program Sentinel telah mencatat kemajuan signifikan, termasuk uji coba pembakaran motor roket untuk seluruh tahapan rudal.
Pihak Departemen Perang AS memproyeksikan kemampuan operasional awal sistem ini akan tercapai pada awal 2030-an. Setelah beroperasi penuh, sistem Sentinel diprediksi akan tetap menjadi andalan triad nuklir strategis Amerika Serikat hingga tahun 2075.
Komandan Air Force Global Strike Command, Jenderal S.L. Davis, menyatakan bahwa modernisasi ini sangat mendasar bagi misi pencegahan nuklir yang tidak boleh gagal.
Proyek di Utah tersebut dipastikan menjadi fondasi agar pasukan ICBM tetap efektif, aman, dan siap siaga menghadapi ancaman global selama beberapa dekade mendatang. (*)
Ari Kristyono




AS mulai bangun prototipe silo rudal nuklir Sentinel di Utah untuk gantikan Minuteman III. Target operasional awal tahun 2030.