RIWARA.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk Pulau Kharg dan seluruh sumur minyak negara tersebut.
Ancaman ini muncul melalui unggahan di platform Truth Social, di mana Trump menegaskan bahwa militer AS siap melakukan penghancuran total jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dalam waktu dekat.
Trump mengklaim bahwa saat ini sedang berlangsung diskusi serius dengan rezim baru Iran yang ia sebut "lebih masuk akal". Namun, ia memberikan ultimatum bahwa jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk aktivitas bisnis, AS akan mengakhiri operasi militernya di Iran dengan meledakkan pembangkit listrik, sumur minyak, hingga fasilitas desalinasi air yang selama ini sengaja tidak disentuh oleh pasukan AS.
Seperti dikutip dari The Guardian, Trump menyebut langkah ini sebagai bentuk retribusi atau pembalasan atas gugurnya banyak prajurit Amerika Serikat selama 47 tahun masa kepemimpinan rezim lama Iran.
Hingga saat ini, proses negosiasi yang dimediasi ole h Pakistan masih menemui jalan buntu setelah Teheran menolak proposal gencatan senjata 15 poin yang diajukan Washington, termasuk tuntutan pembatasan program nuklir.
Pihak Teheran sendiri secara resmi membantah adanya pembicaraan produktif dengan AS dan menuduh Washington tengah merencanakan serangan darat di balik kedok diplomasi.
Iran justru menuntut ganti rugi kerusakan perang dan penarikan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat dari Timur Tengah, serta mendesak agar Israel menghentikan serangan terhadap sekutu-sekutu Iran di kawasan tersebut.
Kondisi di Selat Hormuz kini semakin genting mengingat AS tengah mempertimbangkan opsi blokade atau pendudukan fisik di Pulau Kharg.
Langkah ini diambil guna menekan Teheran agar segera melonggarkan jalur perdagangan minyak internasional tersebut di tengah ketegangan yang terus memuncak.
Ari Kristyono





Donald Trump ancam hancurkan ladang minyak dan Pulau Kharg jika Iran tolak kesepakatan damai dan tetap tutup Selat Hormuz.