RIWARA.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kalau dirinya sudah melakukan dialog dengan pejabat tinggi Iran.
Dilansir dari Anadolu, saat ini perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel sudah memasuki minggu keempat dan sudah memakan banyak korban jiwa yang berjatuhan di kedua belah pihak.
Perang dimulai pada 28 Februari lewat serangan udara AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi militer lainnya.
Kini, Trump sepertinya hendak mencari jalan keluar untuk keluar dari perang yang sudah mengeluarkan dana triliunan dollar dari anggaran AS.
Tunda Serangan ke Iran
Trump mengklaim sudah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif dengan Teheran selama dua hari terakhir.
Setelah pembicaraan selesai, Trump langsung mengeluarkan perintah kepada Pentagon untuk menunda serangan selama lima hari terhadap seluruh pembangkit listrik dan infrastruktur energi milik Iran.
Masih belum jelas, pihak Iran siapa yang dihubungi oleh Trump, apakah dari pejabat tinggi selevel Presiden, Menteri atau pejabat militer Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Menurut Trump, penundaan serangan selama lim a hari akan sangat bergantung kepada keberhasilan pertemuan dan diskusi antara Iran dan AS yang sedang berlangsung.
Infrastruktur Energi Iran Jadi Target
Sebelumnya, Trump mengancam akan membuat kota-kota di Iran menjadi lumpuh dan blackout, dimana infrastruktur energi dan listrik dari Iran akan menjadi target utama.
Hal ini bisa terjadi, jika Iran masih terus menutup dan melakukan blokade di Selat H ormuz dan tidak membiarkan kapal untuk masuk dan keluar dari Selat tersebut.
Setiap kapal yang ingin masuk atau keluar dari Hormuz, maka harus siap-siap berhadapan dengan serangan rudal, drone dan ranjau laut yang mengancam.
Trump sudah mengajak negara-negara sekutu dari NATO untuk membantu membuka blokade Selat Hormuz, bahkan China juga diajak untuk mengirimkan kapal perang.
Sayangnya, negara sekutu AS seperti Inggris, Prancis, Jerman, Jepang menolak untuk menurunkan kapal perang dan membuka blokade tersebut. Trump mengecam keputusan sekutunya tersebut dan menyebut masa depan NATO berada di sisi yang suram jika Iran berhasil mempunyai senjata nuklir.
Ingin Ambil Uranium Iran
Jika AS dan Iran berhasil mencapai kesepakatan, maka Trump ingin Amerika mengambil uranium yang menjadi ba h an pembuatan senjata nuklir.
Pengayaan uranium memang menjadi sumber perselisihan selama ini antara AS dan Iran selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, ada laporan bahwa AS akan menurunkan pasukan khusus untuk mengambil paksa uranium yang berada di fasilitas nuklir Iran.
Tentu risiko ini sangat berbahaya, mengingat pasukan khusus tersebut harus terjun di medan musuh yang belum pernah dipelajari sama sekali.
Selain itu, pasukan khusus AS harus berpencar ke beberapa fasilitas nuklir yang letaknya berada di kota-kota Iran yang lokasinya berjauhan. Operasi ini sangat berbahaya dan tingkat kegagalan sangat tinggi sekali.
Bantahan Iran
Teheran membantah klaim Trump yang menyebut sudah melakukan dialog terkait kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Para pejabat Iran mengatakan tidak pernah ada negoisasi yang sedang berlangsung dan menyebut klaim Trump te rsebut adalah sebuah kebohongan.
Iran juga masih terus melakukan serangan drone dan rudal ke kota-kota Israel serta infrastruktur energi yang ada di negara-negara Arab Teluk.*** S





Trump mengklaim sudah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif dengan Teheran selama dua hari terakhir dengan pihak Iran.