KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba, Indonesia Resmi Masuki Era Baru Kekuatan Laut Modern

  • Inung R Sulistyo
  • Selasa, 24 Maret 2026 | 03:33 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Ilustrasi KRI Prabu Siliwangi-321 melaju di perairan Indonesia usai menempuh pelayaran lintas samudera dari Italia, menjadi simbol penguatan modernisasi armada tempur TNI AL, Maret 2026.
Ilustrasi KRI Prabu Siliwangi-321 melaju di perairan Indonesia usai menempuh pelayaran lintas samudera dari Italia, menjadi simbol penguatan modernisasi armada tempur TNI AL, Maret 2026. (Foto: Ilustrasi di buat menggunakan teknologi buatan AI)

RIWARA.id - Kapal perang terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321, memasuki perairan Indonesia melalui Selat Sunda setelah menempuh pelayaran lintas samudera dari Italia. Kedatangan kapal ini menandai fase akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26 sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) matra laut.

Kehadiran kapal tersebut disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada I melalui kegiatan passing exercise (Passex). Manuver laut ini dilakukan sebagai bentuk uji kesiapsiagaan, koordinasi taktis, serta interoperabilitas antar unsur TNI Angkatan Laut di lapangan.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Tunggul, pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar. “Kegiatan ini mencerminkan profesionalisme serta kesiapan operasional unsur TNI AL dalam melaksanakan prosedur taktis di laut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 23 Maret 2026.

Ia menambahkan, setelah rangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung, untuk melakukan pengisian logistik. Kapal tersebut dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada 26 Maret 2026 guna mengikuti prosesi penyambu tan resmi sebelum diresmikan sebagai bagian dari kekuatan tempur TNI AL.

Pelayaran Lintas Samudera

KRI Prabu Siliwangi-321 sebelumnya bertolak dari Italia setelah proses serah terima pada 22 Desember 2025 di galangan kapal Fincantieri, Muggiano. Dalam pelayarannya menuju Indonesia, kapal ini melintasi Samudera Atlantik dan Samudera Hindia, sebuah rute panjang yang sekaligus menguji kesiapan operasional kapal dalam misi jarak jauh.

Pelayaran tersebut menjadi bagian dari pembuktian kemampuan endurance kapal, sekaligus menunjukkan kesiapan platform dalam menjalankan operasi lintas kawasan.

Bagian dari Modernisasi Strategis

Pada saat serah terima, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, yang mewakili Menteri Pertahanan, menegaskan bahwa pengadaan kapal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

“Modernisasi alat utama sistem senjata pertahanan yang berkelanjutan merupakan wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia,” kata Muhammad Ali.

Ia menyebut pengadaan kapal multipurpose combat ship dari Italia tersebut merupakan langkah terukur untuk meningkatkan kemampuan operasional TNI AL dalam menghadapi dinamika ancaman maritim yang semakin kompleks.

“Inisiatif ini sejalan dengan visi jangka panjang TNI Angkatan Laut untuk mewujudkan kekuatan yang handal, memiliki daya gentar kawasan yang kredibel, serta kemampuan proyeksi global,” ujarnya.

Spesifikasi dan Kemampuan Tempur

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang jenis fregat/OPV kelas Paolo Thaon di Revel atau multipurpose combat ship. Kapal ini memiliki panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, dan draft 5,2 meter, dengan kecepatan maksimum mencapai 32 knot.

Dalam hal persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan 16 sel vertical launch system (VLS) untuk pertahanan udara, delapan rudal anti-kapal Teseo Mk-2E, meriam utama kaliber 127 mm, meriam sekunder 76 mm, serta sistem torpedo untuk peperangan bawah laut.

Sistem pendorongnya menggabungkan mesin diesel, listrik, dan turbin gas, yang memungkinkan efisiensi sekaligus fleksibilitas dalam berbagai jenis operasi.

Dengan konfigurasi tersebut, KRI Prabu Siliwangi-321 dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari patroli keamanan laut, penegakan hukum di wilayah perairan, hingga operasi tempur laut modern.

Penugasan dan Struktur Komando

TNI Angkatan Laut telah menunjuk Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja sebagai komandan pertama kapal ini. Pengukuhan dilakukan bersamaan dengan upacara serah terima di Italia, ditandai dengan pengibaran perdana Bendera Merah Putih di atas kapal.

Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol resmi bergabungnya KRI Prabu Siliwangi-321 dalam jajaran armada TNI AL.

Ke depan, kapal ini dip royeksikan memperkuat satuan kapal eskorta di bawah Komando Armada Republik Indonesia, baik di wilayah barat maupun tengah, sesuai kebutuhan operasional.

Penguatan Postur Pertahanan Laut

Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional. Dengan karakteristik wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari dua pertiga wilayah berupa laut, kebutuhan akan armada laut yang modern dan tangguh menjadi semakin mendesak.

Modernisasi alutsista, termasuk pengadaan kapal perang generasi baru, menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga kedaulatan, menjamin keamanan jalur pelayaran, serta merespons potensi ancaman di kawasan.

KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjalankan fungsi pertahanan negara sekaligus mendukung stabilitas keamanan maritim di kawasan.*

KRI Prabu Siliwangi-321 tiba di Indonesia setelah pelayaran dari Italia. Kapal perang modern TNI AL ini memperkuat strategi modernisasi pertahanan maritim nasional.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News