Iran Serang Pusat Data Oracle dan Amazon di Timur Tengah Konflik Digital Memanas

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 03 April 2026 | 19:01 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.id - Iran kembali mengguncang kawasan Timur Tengah dengan melancarkan serangan pada Kamis yang menargetkan pusat data milik Oracle di Dubai dan Amazon di Bahrain. Laporan ini disampaikan oleh NDTV dan dikutip pada Jumat 3 April 2026.

Serangan ini disebut sebagai respons langsung atas aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menghantam dua pabrik baja terbesar di Iran dalam operasi pada akhir Februari 2026.

Komando pusat militer Iran Khatam al Anbiya menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari gelombang balasan terhadap serangan yang merugikan industri strategis negara tersebut.

Sebagai tanggapan atas serangan terhadap industri baja Iran kami meluncurkan gelombang serangan baru pagi ini demikian pernyataan resmi yang disampaikan pihak militer.

Tidak hanya pusat data Iran juga mengklaim menargetkan sejumlah fasilitas penting lain di kawasan. Di antaranya industri baja Amerika di Abu Dhabi industri aluminium di Bahrain serta pabrik senjata milik Rafael Advanced Defense Systems di Israel.

Negara seperti Uni Emirat Arab Bahrain dan Israel kini ikut terdampak dalam eskalasi konflik yang semakin meluas dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam ketegangan yang lebih besar.

Di sisi lain perang juga terjadi di dunia siber. Berdasarkan laporan Unit 42 kemampuan siber Iran sempat melemah akibat gangguan besar pada jaringan internet domestik.

Konektivitas internet di Iran dilaporkan turun drastis hingga ha nya sekitar 1 hingga 4 persen. Kondisi ini sempat membuat kelompok peretas yang berpihak pada Iran kesulitan berkoordinasi.

Namun situasi tersebut tidak berlangsung lama. Aktivitas serangan siber justru meningkat secara global. Tercatat sekitar 60 kelompok hacktivist terlibat dalam serangan terhadap berbagai target di Timur Tengah.

Beberapa kelompok yang teridentifikasi antara lain Handala Hack Dark Storm Team Tim 313 hingga Sylhet Gang. Selain itu kelompok pro Rusia seperti NoName057 16 dan Russian Legion juga dilaporkan turut menyerang target di Israel.

Serangan yang dilakukan meliputi peretasan situs perubahan tampilan website serangan penolakan layanan hingga pencurian dan penghapusan data.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada serangan militer konvensional tetapi telah merambah ke sektor digital yang menjadi tulang punggung ekonomi modern.

Serangan terhadap pusat data global menjadi sinyal bahwa infrastruktur teknologi kini menjadi target strategis dalam peperangan. Jika eskalasi terus berlanjut dampaknya bisa meluas hingga ke layanan digital yang digunakan masyarakat di seluruh dunia.

Konflik ini sekaligus menandai perubahan besar dalam pola peperangan modern dari fisik ke digital dari militer ke ekonomi dan teknologi serta dari konflik regional menuju potensi dampak global.

Jika serangan terhadap infrastruktur digital terus meningkat bukan tidak mungkin layanan yang digunakan sehari hari seperti komunikasi dan transaksi digital akan ikut terdampak.

Caption Foto
Ilustrasi serangan siber dan militer Iran yang menyasar infrastruktur digital global di Timur Tengah

 

Iran melancarkan serangan terbaru yang menyasar pusat data Oracle di Dubai dan Amazon di Bahrain. Eskalasi ini menandai babak baru konflik yang kini merambah ke infrastruktur digital global dan memicu kekhawatiran dampak luas terhadap ekonomi serta layanan teknologi dunia.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News