Riwara.id – Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial untuk memaksimalkan penyaluran bansos yang tepat sasaran dan berjalan optimal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak salah satunya PT Pos Indonesia.
Mengapa PT Pos Indonesia dinilai cukup penting dalam hal penyaluran bansos April 2026? Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menjelasakan PT Pos Indonesia punya jaringan akses yang luas di seluruh Indonesia ini tentu akan memperbudah distribusi penyaluran bansos pemerintah sampai ke penerima manfaat.
"Saat ini Kemensos dan PT Pos Indonesia sedang berupaya menjajaki kerjasama penyaluran bansos agar nantinya bisa bersinergi dalam proses pemberdayaan masyarakat. Kami ingin PT Pos Indonesia terlibat aktif dalam penyaluran bansos memanfaatkan 25 ribu titik agen pos dan pendamping PKH yang dimiliki,” ungkapnya seperti dilansir Riwara.id dari Instagram @kemensosri, Selasa, 7 April 2026.
PT Pos Indonesia nantinya diharapkan bisa terlibat dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui bansos dengan skema kolaborasi bersama Kemensos. Dengan adanya kerjasama dua pihak ini maka biaya penyaluran bansos bisa diminimalisir.
Seperti diketahui, saat ini penyaluran bansos melalui PT Pos Indonesia tidak dipungut biaya sepeserpun bagi KPM. Ini tentu sangat meringankan dan memudahkan penerima manfaat.
Kemensos dan PT Pos Indonesia juga membahas tentang perubahan DTSEN yang di update setiap 3 bulan sekali. Hal ini kadang menyulitkan KPM yang tidak memiliki rekening bank himbara karena proses penyaluran bansos melalui rekening bank himbara.
Kerjasama yang intes dengan PT Pos Indonesia akan mempermudah penerima manfaat yang belum sempat membuka atau memiliki rekening bank himbara, proses pencairan bansos bisa langsung melalui PT Pos. PT Pos bisa jadi solusi cepat dan efektif penyaluran bansos bagi kpm yang masih harus menunggu rekening bank dibuat.
Selain kecepatan, penggunaan PT Pos juga dinilai membantu efisiensi biaya, khususnya untuk penerima manfaat baru.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph menyambut baik penguatan kerja sama tersebut, terutama dalam menghadirkan layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
" Sama halnya dengan kami bahwa kami juga menerima layanan untuk semuanya, makanya ada layanan yang disesuaikan dengan kondisi penerima seperti lansia, disabilitas," terang Daud.
Daud menambahkan, PT Pos juga membawa pesan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari pembaruan data hingga memastikan tidak ada keterlambatan maupun kebocoran dalam penyaluran bantuan.
"Saya mendapatkan juga pesan dari Presiden bahwa harus adanya pembaharuan data, baik di keuangan maupun operasional. Kedua, memastikan tidak ada keterlambatan. Jangan sampai penerima datang, uangnya belum ada. Juga memastikan adanya fleksibilitas bagi penerima bantuan sehingga memudahkan mereka menerima,” tuturnya.
Daud memastikan kesiapan operasional PT Pos dalam mendukung penyaluran bansos secara optimal. Pihaknya juga aktif memantau pelaksanaan di lapangan, termasuk melalui pemberitaan media.***


.jpg)


 menjadi solusi strategis menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pangan akibat program Makan Bergizi Gratis..jpg)

Kemensos gandeng PT Pos Indonesia untuk terlibat aktif dalam proses penyaluran bansos April 2026