Israel Larang Salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur Mencekam

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 20 Maret 2026 | 14:24 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Suasana kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur tampak sepi jelang Idul Fitri 2026 setelah Israel memberlakukan pembatasan akses dan melarang pelaksanaan salat berjamaah.
Suasana kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur tampak sepi jelang Idul Fitri 2026 setelah Israel memberlakukan pembatasan akses dan melarang pelaksanaan salat berjamaah. (Foto: xinhua)

 

RIWARA.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Otoritas Israel dilaporkan melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Kebijakan tersebut diambil dengan alasan keamanan di tengah konflik yang sedang berlangsung, termasuk eskalasi perang dengan Iran. Informasi ini dilansir Riwara.id dari Anadolu pada Jumat (20/3/2026).

Warga Palestina Tetap Serukan Salat di Sekitar Al-Aqsa

Meski larangan diberlakukan, warga Palestina menyerukan umat Muslim untuk tetap berkumpul di kawasan Kota Tua Yerusalem guna melaksanakan salat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa.

Seruan tersebut menjadi simbol perlawanan damai atas pembatasan yang dinilai menghalangi kebebasan beribadah di salah satu situs suci umat Islam.

Sebelumnya, aparat kepolisian Israel dilaporkan menggunakan kekerasan untuk membubarkan warga Palestina yang mencoba melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua. Tindakan tersebut mencakup penggunaan pentungan, granat kejut, serta gas air mata.

Kota Tua Sepi, Suasana Idul Fitri Berubah Muram

Biasanya, menjelang Idul Fitri kawasan Kota Tua di Yerusalem Timur dipenuhi oleh warga Palestina yang berbelanja dan beribadah. Namun tahun ini, suasana berubah drastis.

Wilayah tersebut tampak sepi, bahkan disebut menyerupai kota mati. Pembatasan ketat diberlakukan oleh otoritas Israel dengan melarang aktivitas berkumpul dalam jumlah besar.

Selain itu, para pedagang Palestina juga dilarang membuka toko mereka. Hanya apotek dan toko kebutuhan pokok yang diizinkan beroperasi.

Tekanan Ekonomi dan Sosial Meningkat

Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas keagamaan, tetapi juga memperburuk kondisi ekonomi warga setempat. Sejumlah pedagang Palestina mengaku mengalami kerugian besar akibat pembatasan tersebut.

Beberapa di antaranya, yang enggan disebutkan namanya karena khawatir terhadap tindakan balasan, menyebut bahwa situasi ini memberikan tekanan ekonomi yang sangat berat.

Larangan berjualan di momen penting seperti Idul Fitri, yang biasanya menjadi puncak aktivitas ekonomi, membuat pendapatan mereka turun drastis.

Situasi Memanas di Tengah Konflik Regional

Keputusan Israel ini tidak dapat dipisahkan dari situasi geopolitik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Israel dan Iran turut mempengaruhi kebijakan keamanan di Yerusalem Timur.

Langkah pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa kembali memicu kekhawatiran internasional terkait kebebasan beragama dan potensi eskalasi konflik.

Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan salah satu situs paling sensitif di dunia, yang kerap menjadi pusat ketegangan antara warga Palestina dan otoritas Israel.

Sorotan Dunia Internasional

Larangan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa berpotensi memicu reaksi luas dari dunia internasional. Banyak pihak menilai bahwa pembatasan tersebut dapat memperburuk situasi kemanusiaan serta meningkatkan ketegangan di kawasan.

Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian dunia kini tertuju pada Yerusalem Timur, yang kembali menjadi titik panas konflik global.*

 

Israel larang salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina tetap menyerukan ibadah di sekitar Yerusalem Timur di tengah situasi memanas.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News