Harga Pangan Meledak Jelang Lebaran 2026! Cabai Tembus Rp131 Ribu, Beras dan Daging Ikut Naik

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 20 Maret 2026 | 14:13 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Sejumlah komoditas pangan seperti cabai, beras, dan daging mengalami lonjakan harga signifikan jelang Idulfitri 2026, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional
Sejumlah komoditas pangan seperti cabai, beras, dan daging mengalami lonjakan harga signifikan jelang Idulfitri 2026, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (Foto: Riwara.id)

RIWARA.id - Lonjakan harga pangan terjadi secara serentak di seluruh Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan data resmi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), hampir seluruh komoditas utama mengalami kenaikan signifikan per Jumat (20/3/2026) pagi.

Kenaikan ini terjadi hanya sehari sebelum Lebaran, momen di mana kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat tajam.

Harga Cabai Meroket Tajam

Kelompok cabai menjadi yang paling mencolok mengalami lonjakan harga. Cabai rawit merah bahkan menembus Rp131.000 per kilogram atau naik hingga 55,21% secara harian.

Tak hanya itu, cabai merah besar melonjak drastis hingga 90,16% menjadi Rp91.750 per kilogram. Sementara cabai merah keriting naik 75,48% menjadi Rp83.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit hijau, kenaikannya lebih moderat, yakni 14,44% menjadi Rp63.400 per kilogram.

Lonjakan harga cabai ini menjadi sorotan karena komoditas tersebut merupakan bahan utama dalam berbagai masakan khas Lebaran.

Beras Ikut Naik di Semua Kategori

Tak hanya cabai, harga beras di seluruh kategori juga mengalami kenaikan signifikan. Beras kualitas medium I naik 20,38% menjadi Rp19.200 per kilogram, sementara medium II naik 19,24% menjadi Rp18.900 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas bawah. Beras bawah I naik 21,45% menjadi Rp17.550 per kilogram, dan beras bawah II naik 22,41% menjadi Rp17.750 per kilogram.

Untuk kategori premium, beras super I naik 20,64% menjadi Rp20.750 per kilogram dan super II naik 21,19% menjadi Rp20.300 per kilogram.

Kenaikan harga beras ini berpotensi berdampak besar karena merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat Indonesia.

Daging Ayam dan Sapi Tak Ketinggalan

Kelompok pangan protein hewani juga mengalami lonjakan harga. Daging ayam ras segar naik hampir 20% menjadi Rp50.200 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi kualitas 1 naik 15,51% menjadi Rp168.650 per kilogram, dan kualitas 2 naik 16,99% menjadi Rp161.150 per kilogram.

Kenaikan ini terjadi di tengah tingginya permintaan masyarakat yang mempersiapkan hidangan Lebaran.

Bawang dan Gula Ikut Melonjak

Kenaikan juga terjadi pada komoditas pelengkap dapur. Harga ba wang merah ukuran sedang naik 56,52% menjadi Rp68.400 per kilogram.

Bawang putih ukuran sedang juga melonjak 44,03% menjadi Rp57.900 per kilogram.

Sementara itu, gula pasir lokal naik 16,89% menjadi Rp21.800 per kilogram, dan gula pasir premium naik lebih tinggi, yakni 33,17% menjadi Rp26.500 per kilogram.

Dampak dan Kekhawatiran Masyarakat

Lonjakan harga pangan yang terjadi secara serentak ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang puncak konsumsi saat Lebaran.

Kenaikan drastis dalam waktu singkat mengindikasikan adanya tekanan pada pasokan serta lonjakan permintaan yang tidak diimbangi distribusi optimal.

Jika tidak segera dikendalikan, kondisi ini berpotensi membebani daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Menanti Langkah Pemerintah

Hingga saat ini, publik menanti langkah konkret pemerintah dalam menstabilkan harga, baik melalui operasi pasar, subsidi, maupun penguatan distribusi logistik.

Momentum Lebaran yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan justru dibayangi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja serta memanfaatkan program stabilisasi harga yang mungkin disediakan pemerintah.*

 

Harga pangan melonjak jelang Lebaran 2026. Cabai tembus Rp131 ribu, beras, daging, hingga bawang ikut naik drastis. Ini data lengkapnya.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News