FIFA Tegas: Piala Dunia 2026 Tetap Jalan, Sepak Bola Jadi Alat Perdamaian Dunia

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 20 Maret 2026 | 13:17 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan komitmen menjadikan Piala Dunia FIFA 2026 sebagai simbol perdamaian dunia di tengah ketegangan geopolitik global.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan komitmen menjadikan Piala Dunia FIFA 2026 sebagai simbol perdamaian dunia di tengah ketegangan geopolitik global. (Foto: Tangkap layat instagram @gianni_infantino)

 

RIWARA.id - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, FIFA kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan sepak bola sebagai alat pemersatu dunia. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam rapat Dewan FIFA yang digelar secara daring dari Zurich, Swiss, Jumat.

Dalam pernyataannya, Infantino menegaskan bahwa sepak bola memiliki kekuatan unik yang melampaui batas politik dan konflik antarnegara. Menurutnya, meski FIFA tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan konflik geopolitik, organisasi tersebut tetap berkomitmen menjadikan sepak bola sebagai jembatan perdamaian.

“FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tetapi kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan serta mempromosikan perdamaian,” ujar Infantino, dikutip riwara.id dari situs resmi, Jumat, 20 Maret 2026.

Pernyataan ini menjadi sorotan global karena disampaikan di tengah polemik yang melibatkan Iran terkait keikutsertaannya di Piala Dunia FIFA 2026. Iran sebelumnya mengajukan permintaan kepada FIFA agar pertandingan fase grup mereka tidak digelar di Amerika Serikat.

Permintaan tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan politik dan konflik di kawasan Timur Tengah. Iran menyatakan keberatan untuk bertanding di wilayah Amerika Serikat dengan alasan keamanan serta situasi diplomatik yang belum kondusif.

Namun, FIFA menolak permintaan tersebut. Berdasarkan laporan media internasional, termasuk Daily Mail, badan sepak bola dunia itu memastikan bahwa jadwal dan lokasi pertandingan tetap sesuai rencana awal.

Sebagai alternatif, Iran sempat mengusulkan agar seluruh pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko, yang juga menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada. Meski demikian, usulan tersebut tidak dikabulkan.

Meski menghadapi situasi yang kompleks, Iran menegaskan tidak akan memboikot turnamen empat tahunan tersebut. Hal ini membuka peluang tetap berlangsungnya partisipasi Iran dalam kompetisi, meskipun diwarnai ketegangan geopolitik.

Infantino menambahkan bahwa FIFA berharap seluruh tim peserta dapat menjunjung tinggi nilai sportivitas dan saling menghormati selama turnamen berlangsung. Ia menekankan bahwa Piala Dunia bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga simbol persatuan global.

Keputusan FIFA ini sekaligus menunjukkan sikap tegas organisasi tersebut dalam menjaga netralitas olahraga dari pengaruh politik. Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, sepak bola diharapkan tetap menjadi ruang aman bagi negara-negara untuk berinteraksi secara damai.

Dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana ajang ini akan berlangsung di tengah dinamika global yang penuh tantangan. FIFA pun dihadapkan pada ujian besar untuk membuktikan bahwa sepak bola benar-benar bisa menjadi alat pemersatu umat manusia.*



FIFA menegaskan Piala Dunia 2026 tetap berjalan meski Iran menolak main di AS. Gianni Infantino sebut sepak bola sebagai alat perdamaian dunia.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News