RIWARA.id — Umat Islam di seluruh dunia tengah memasuki fase akhir bulan suci Ramadan, periode yang diyakini sebagai waktu turunnya malam paling mulia, yakni Lailatul Qadar. Malam yang disebut dalam Surah Al-Qadr ini memiliki keistimewaan luar biasa, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan.
Dalam Surah Al-Qadr yang terdiri dari lima ayat, dijelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam tersebut. Ayat pertama berbunyi bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar, yang menjadi penanda betapa agungnya malam tersebut dalam ajaran Islam.
Ayat berikutnya menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu memahami sepenuhnya kemuliaan malam itu. Hal ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi, melampaui pemahaman biasa.
Pada ayat ketiga disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala berlipat ganda, menjadikannya momentum yang sangat dinantikan oleh umat Muslim.
Selain itu, dalam ayat keempat dijelaskan bahwa para malaikat, termasuk Malaikat Ji bril, turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan. Malam tersebut dipenuhi dengan keberkahan, rahmat, serta ketenangan bagi mereka yang menghidupkannya dengan ibadah.
Sementara itu, ayat kelima menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar berlangsung penuh kedamaian hingga terbit fajar. Suasana spiritual yang tenang dan penuh harapan menjadi ciri khas malam tersebut.
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Meski waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan, sejumlah riwayat menyebutkan bahwa malam ini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Beberapa tanda yang sering disebut antara lain:
Malam terasa tenang dan sejuk
Tidak terlalu panas maupun dingin
Langit tampak cerah
Matahari terbit di pagi hari dengan cahaya lembut
Namun demikian, para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut bukanlah patokan utama. Yang lebih penting adalah kesungguhan dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Amalan yang Dianjurkan
Untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, seperti:
Salat malam (tarawih dan tahajud)
Membaca Al-Qur’an
Berzikir dan beristighfar
Memperbanyak doa
Salah satu doa y ang paling dianjurkan adalah:
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"
yang berarti, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Momentum Introspeksi
Lailatul Qadar tidak hanya menjadi momen untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai waktu refleksi diri. Banyak umat Islam memanfaatkannya untuk memohon ampunan atas dosa serta memperbaiki kualitas hidup ke depan.
Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya, Lailatul Qadar menjadi malam yang paling dinanti dalam bulan Ramadan. Umat Islam diimbau untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini dengan memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.*
Inung R Sulistyo





.jpg)
Lailatul Qadar merupakan malam paling mulia dalam Islam. Simak keutamaan, tanda-tanda, serta amalan yang dianjurkan berdasarkan Surah Al-Qadr.