RIWARA.id - Maskapai nasional China, Air China, akan melanjutkan kembali penerbangan langsung antara Beijing dan Pyongyang mulai 30 Maret 2026, setelah rute tersebut sempat dihentikan sejak pandemi COVID-19 pada 2020.
Informasi ini terlihat dari data pemesanan tiket yang tersedia di platform perjalanan populer China, Ctrip. Penerbangan tersebut menandai salah satu langkah terbaru dalam pemulihan konektivitas transportasi antara China dan Korea Utara.
Berdasarkan jadwal yang tercantum, penerbangan CA121 akan dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-700. Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada pukul 08.05 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Pyongyang sekitar 11.00 waktu setempat.
Penerbangan tersebut merupakan layanan pulang-pergi dalam satu hari. Pesawat yang sama dijadwalkan kembali berangkat dari Pyongyang menuju Beijing pada siang hari di hari yang sama. Jadwal penerbangan serupa juga telah dicantumkan untuk hari Senin pada minggu berikutnya.
Harga Tiket Tembus US$485
Data di Ctrip menunjukkan harga tiket penerbangan satu arah dari Beijing menuju Pyongyang dipatok sekitar US$485. Sementara itu, untuk penerbangan dari Pyongyang ke Beijing pada 30 Maret, hanya tersedia kursi kelas bisnis dengan harga mencapai US$990.
Harga yang relatif tinggi tersebut mencerminkan keterbatasan kapasitas dan tingginya permintaan untuk rute internasional yang baru kembali dibuka setelah beberapa tahun terhenti.
Rute Beijing–Pyongyang sebelumnya merupakan salah satu jalur udara internasional utama yang menghubungkan Korea Utara dengan dunia luar. Namun layanan tersebut dihentikan pada awal 2020 ketika pandemi COVID-19 memicu pembatasan perjalanan ketat dan penutupan perbatasan di berbagai negara.
Jalur Kereta Internasional Juga Kembali Dibuka
Selain jalur udara, konektivitas transportasi antara kedua negara juga mulai pulih melalui jalur kereta api. Layanan kereta penumpang internasional yang menghubungkan Beijing dan kota perbatasan Dandong di China dengan Pyongyang telah dipulihkan pada 12 Maret 2026.
Kembalinya layanan kereta ini menjadi sinyal bahwa mobilitas lintas negara antara China dan Korea Utara secara bertahap mulai kembali normal setelah lebih dari lima tahun pembatasan perjalanan.
Dandong sendiri merupakan kota perbatasan penting yang menjadi pintu utama perdagangan antara China dan Korea Utara. Sebagian besar aktivitas logistik dan perdagangan bilateral selama ini melewati wilayah tersebut.
Sinyal Penguatan Hubungan Diplomatik
Pemulihan jalur udara dan kereta api ini juga dipandang sebagai indikasi menguatnya hubungan diplomatik dan ekonomi antara Beijing dan Pyongyang.
Hubungan kedua negara mendapatkan momentum baru setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jo ng Un, menghadiri parade militer besar di Beijing tahun lalu. Dalam acara tersebut, ia terlihat berdiri bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kehadiran para pemimpin tersebut menandai semakin eratnya kerja sama geopolitik antara China, Korea Utara, dan Rusia di tengah dinamika politik global yang terus berkembang.
Bagi Korea Utara, pembukaan kembali jalur transportasi internasional dengan China memiliki arti strategis karena Beijing merupakan mitra dagang terbesar sekaligus jalur utama akses ekonomi negara tersebut ke dunia luar.
Sementara bagi China, pemulihan konektivitas transportasi dengan Pyongyang dinilai penting untuk memperkuat hubungan regional serta mendukung aktivitas ekonomi lintas perbatasan.
Dengan kembali beroperasinya penerbangan langsung Beijing–Pyongyang dan jalur kereta internasional, para pengamat menilai hubungan kedua negara kemungkinan akan semakin aktif, baik dalam bidang perdagangan, diplomasi, maupun mobilitas masyarakat di masa mendatang.*
Inung R Sulistyo





Air China akan kembali membuka penerbangan langsung Beijing–Pyongyang mulai 30 Maret 2026 setelah sempat dihentikan sejak pandemi. Pembukaan jalur udara dan kereta api menandai pemulihan hubungan transportasi antara China dan Korea Utara.