RIWARA.id – Harapan baru bagi jutaan penderita lupus di dunia muncul dari hasil penelitian medis terbaru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah bergengsi New England Journal of Medicine.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa obat biologis Gazyva (obinutuzumab) mampu secara signifikan menurunkan aktivitas penyakit pada pasien dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), bentuk lupus yang paling umum dan berpotensi mengancam jiwa.
Sebagaimana dikutip riwara.id pada Jumat (13/3/2026) dari siaran pers di situs resmi Genentech, perusahaan bioteknologi global yang berdiri sejak 1976 dan berbasis di California, Amerika Serikat, hasil uji klinis fase III bertajuk ALLEGORY menunjukkan efektivitas signifikan obat tersebut dalam mengendalikan aktivitas lupus.
Hasil Studi Menunjukkan Perbaikan Klinis Signifikan
Dalam penelitian tersebut, sekitar 76,7 persen pasien yang menerima Gazyva bersama terapi standar mengalami peningkatan minimal empat poin dalam skor SLE Responder Index 4 (SRI-4) setelah 52 minggu pengobatan.
Sebagai perbandingan, hanya 53,5 persen pasien pada kelompok plasebo yang mencapai peningkatan serupa.
Perbedaan ini dinilai signifikan secara statistik dan klinis, menunjukkan bahwa terapi dengan Gazyva dapat memberikan kontrol penyakit yang lebih baik dibandingkan terapi standar saja.
Selain itu, penelitian juga menemukan sejumlah manfaat penting lainnya, di antaranya:
Risiko flare atau kambuhnya lupus lebih rendah
Waktu munculnya flare pertama lebih lama
Tingkat remisi penyakit meningkat lebih dari dua kali lipat
Penggunaan obat steroid jangka panjang dapat dikurangi
Profesor reumatologi dari Northwell Health, Richard Furie, menyebut temuan ini sebagai salah satu perkembangan paling menjanjikan dalam terapi lupus dalam beberapa tahun terakhir.
“Studi ALLEGORY memberikan bukti kuat bahwa menargetkan sel B dapat menghasilkan penurunan aktivitas penyakit lupus secara signifikan,” ujar Furie.
Potensi Menjadi Standar Baru Terapi Lupus
Chief Medical Officer Genentech, Levi Garraway, mengatakan bahwa hasil studi ini membuka peluang besar bagi perubahan standar terapi lupus di masa depan.
Menurutnya, selama puluhan tahun penderita lupus sering menghadapi kondisi penyakit yang tidak stabil serta ketergantungan pada penggunaan steroid jangka panjang.
“Hasil uji klinis ini menunjukkan bahwa Gazyva berpotensi memberikan kontrol penyakit yang lebih stabil, berkelanjutan, dan bermakna secara klinis,” kata Garraway.
Jika mendapatkan persetujuan regulato r kesehatan global, Gazyva berpotensi menjadi terapi pertama tipe II anti-CD20 yang secara langsung menargetkan sel B untuk pengobatan lupus.
Saat ini data penelitian tersebut tengah dibahas dengan otoritas kesehatan global, termasuk:
U.S. Food and Drug Administration
European Medicines Agency
Tujuannya adalah untuk mempercepat proses persetujuan sehingga terapi ini dapat segera tersedia bagi pasien lupus di berbagai negara.
Lupus Masih Menjadi Tantangan Medis Global
Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri.
Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada berbagai organ, termasuk:
kulit
sendi
ginjal
sistem saraf
Secara global, lupus diperkirakan mempengaruhi lebih dari tiga juta orang, dengan mayoritas penderita adalah perempuan berusia antara 15 hingga 45 tahun.
Salah satu komplikasi paling serius dari penyakit ini adalah lupus nephritis, kondisi peradangan ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal.
Sekitar setengah dari pasien lupus berpotensi mengalami lupus nephritis dalam lima tahun setelah diagnosis.
Cara Kerja Terapi Gazyva
Gazyva merupakan antibodi monoklonal yang dirancang untuk menargetkan protein CD20 pada permukaan sel B.
Sel B sendiri memainkan peran penting dalam respons imun yang abnormal pada penyakit autoimun seperti lupus.
Dengan menargetkan dan mengurangi sel B yang bermasalah, terapi ini diharapkan mampu menekan peradangan serta mengurangi kerusakan organ yang disebabkan oleh aktivitas penyakit.
Selain sedang dike m bangkan untuk lupus, obat ini juga telah digunakan di lebih dari 100 negara untuk pengobatan beberapa jenis kanker darah.
Studi ALLEGORY sendiri melibatkan sekitar 300 pasien lupus dari berbagai negara dalam uji klinis global selama 52 minggu.
Harapan Baru Bagi Pasien Lupus
Para peneliti berharap keberhasilan studi ini dapat membuka jalan bagi terapi yang lebih efektif untuk lupus, yang selama ini masih memiliki keterbatasan pilihan pengobatan.
Jika proses persetujuan regulator berjalan lancar, Gazyva berpotensi menjadi salah satu inovasi terbesar dalam pengobatan lupus dalam beberapa dekade terakhir.*
Inung R Sulistyo



, dari kepercayaan “king’s evil” hingga penemuan Mycobacterium tuberculosis oleh Robert Koch. TB masih menjadi ancaman global hingga saat ini..jpg)
 lengkap saat menangani pasien campak di ruang isolasi rumah sakit. Pemerintah melalui Kemenkes mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penularan penyakit.jpg)
Harapan Baru Pasien Lupus: Obat Gazyva Tunjukkan Hasil Signifikan dalam Studi Besar Dunia