Helikopter MI-17V5 TNI Misi Water Bombing Jatuh di Perairan Seruyan, 2 Orang Dalam Pencarian

Rabu, 04 November 2026 | 17:37 WIB
Ilustrasi helikoter Mi 17 V5
Ilustrasi helikoter Mi 17 V5

RIWARA.id – Sebuah helikopter angkut jenis MI-17V5 milik TNI dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan pendaratan darurat (crash landing) di kawasan perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Insiden darurat ini terjadi ketika helikopter dengan call sign BYSON 235 tersebut tengah menjalankan misi pemadaman api melalui udara (water bombing) di sekitar wilayah Kuala Pembuang.

Berdasarkan data awal yang dirilis Basarnas Command Center, peristiwa kecelakaan bermula pada pukul 12.40 WIB setelah pesawat mendarat darurat di area Pematang Limau, berjarak sekitar 1 kilometer dari bibir pantai.

Titik koordinat lokasi kejadian tercatat berada di posisi 3°24'21.00"S 112°5'8.00"E dengan jarak lurus sekitar 74,29 NM dari pusat pemantauan.

Helikopter angkut berat tersebut diketahui terbang dengan rute penerbangan berkode KLP-SAS-KLP sebelum akhirnya mengalami insiden di tengah menjalankan tugas negara.

Mendapati laporan darurat tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya langsung bergerak cepat merespons informasi dari pusat kendali.

Tim rescue berkoordinasi secara intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah guna menyusun strategi evakuasi cepat.

Sementara itu, unsur Tim Rescue dari Pos SAR Sampit diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP) menggunakan kendaraan taktis darat dengan estimasi jarak tempuh darat sekitar 177 kilometer.

Berdasarkan manifes penerbangan, helikopter MI-17V5 tersebut membawa total 8 orang Person on Board (POB) di dalam kabin saat insiden terjadi.

Dari keseluruhan penumpang dan kru, sebanyak 6 orang dilaporkan berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut dan mendapat penanganan medis awal.

Namun, hingga saat ini, tim gabungan masih memfokuskan tenaga untuk mencari 2 orang korban lainnya yang dilaporkan masih dalam proses pencarian intensif.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan unsur kekuatan penuh, mulai dari 15 personel Tim Rescue KPP Palangka Raya, jajaran Kodim Seruyan, hingga BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah.

Peralatan pendukung seperti kendaraan double cabin Isuzu D-Max, perangkat komunikasi satelit, serta perlengkapan medis darurat telah disiagakan di posko evakuasi.

Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan cerah berawan, sehingga diharapkan dapat membantu kelancaran mobilitas tim penyelamat di lapangan. (*)

 

Helikopter MI-17V5 crash landing di Perairan Seruyan, Kalteng. 6 orang selamat, sementara 2 korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories