RIWARA.id – TNI Angkatan Laut kembali menguji kemampuan manuver dan koordinasi taktis prajuritnya di laut melalui latihan Shipboard Operation di atas geladak KRI Sriwijaya-100, seperti disiarkan tnial.mil.id, Rabu (4/11/2026).
Latihan skala masif ini melibatkan total lima unit helikopter dari berbagai skuadron udara untuk memastikan kesiapan operasional tempur maupun misi kemanusiaan.
Unsur udara yang dikerahkan dalam latihan tersebut terdiri dari tiga helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100.
Selain itu, dua unit helikopter Bell 412 dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2 turut ambil bagian dalam operasi taktis maritim ini.
Keterlibatan berbagai unsur helikopter secara bersamaan ini memperlihatkan tingkat kesiapan tinggi dalam mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Puspenerbal bersama jajaran KRI Sriwijaya-100 secara khusus juga menguji skenario penanggulangan bencana alam dan kedaruratan di wilayah perairan.
Sinergitas kuat antar-satuan ini menjadi modal vital guna memastikan mobilitas pengiriman bantuan logistik dan evakuasi korban dari pulau terluar.
Keberhasilan rotasi take off dan landing dengan lima helikopter membuktikan pembinaan profesionalisme pengawak alutsista TNI AL berjalan optimal.
Sebelumnya, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) juga sukses memandu latihan serupa bagi para penerbang helikopter Caracal TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Pelatihan kolaboratif lintas matra tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kolat Penerbal, Kolonel Laut (P) Rai Terianom.
Para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teori serta latihan simulasi (dry run) di Helideck Simulator Puspenerbal Juanda sebelum terjun ke lapangan.
Melalui latihan intensif ini, para penerbang ditempa untuk menguasai karakteristik unik geladak kapal perang sekaligus memperkuat interoperabilitas sinergis antara TNI AL dan TNI AU. (*)
TNI AL kerahkan lima helikopter dalam Shipboard Operation di KRI Sriwijaya-100 untuk uji manuver, taktis, dan kesiapsiagaan OMSP.