Heboh Konvoi Ranpur dan Puluhan Ribu Prajurit TNI Siaga di Jakarta, Puspen TNI Buka Suara

Rabu, 04 November 2026 | 15:25 WIB
Ilustrasi kesiagaan pasukan TNI
Ilustrasi kesiagaan pasukan TNI

RIWARA.id – Mabes TNI menerjunkan kekuatan personel dalam jumlah besar untuk memperketat pengamanan di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta sejak Selasa (3/11/2026). Langkah siaga ini berbarengan dengan pengungkapan kasus pidana penyadapan ilegal yang meretakkan jajaran perwira tinggi kepolisian.

Gelombang pengerahan pasukan tersebut mendadak menjadi perbincangan hangat publik setelah rekaman konvoi kendaraan tempur (ranpur) militer melintasi sejumlah ruas jalan protokol Jakarta beredar luas di linimasa media sosial platform X.

Sejumlah akun media sosial bahkan menyebutkan estimasi jumlah pasukan yang dikerahkan menembus angka 20 ribu personel.

Pasukan gabungan tersebut dikabarkan melibatkan unsur-unsur satuan pemukul dan pasukan elite TNI, seperti Korps Marinir TNI AL hingga Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU.

Pengerahan kekuatan militer dalam skala besar ini berlangsung tepat saat penyidik membongkar skandal penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo.

Listyo Sigit, yang juga mantan Kapolri, kini resmi ditangkap dan ditahan bersama tiga perwira tinggi kepolisian lainnya terkait kasus pengadangan data tersebut.

Menanggapi kepanikan dan spekulasi yang berkembang di masyarakat, Markas Besar TNI akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait mobilisasi pasukan di ibu kota.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengonfirmasi pergerakan prajurit tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan wilayah.

Nas menjelaskan bahwa mobilisasi personel di lapangan murni merupakan bentuk pelaksanaan tugas negara demi menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain menjaga kestabilan keamanan nasional, pengerahan ini ditujukan untuk menguji sekaligus memastikan tingkat kesiapsiagaan operasional seluruh prajurit TNI dalam situasi apa pun.

"Pengerahan personel merupakan bagian dari tugas negara untuk menjaga keutuhan NKRI dan memastikan kesiapsiagaan prajurit," tegas Mayjen TNI Muhammad Nas saat memberikan keterangan resmi.

Kendati demikian, Kapuspen TNI enggan merinci rincian teknis mengenai tujuan khusus maupun jumlah pasti personel yang diturunkan ke titik-titik vital Ibu Kota.

Hingga saat ini, jajaran prajurit TNI berpatroli dan bersiaga di sejumlah kawasan strategis Jakarta guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan nasional. (*)

Mabes TNI pangkas spekulasi pengerahan pasukan besar-besaran di Jakarta usai penangkapan mantan Kapolri Listyo Sigit.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories