Usut Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI, Polda Metro Jaya Buru Dalangnya

Rabu, 04 November 2026 | 14:55 WIB
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI

RIWARA.id – Polda Metro Jaya membantah keterlibatan dalam menghadirkan kelompok yang diduga mahasiswa bayaran saat acara Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kepolisian kini menggelar audit dan penyelidikan internal untuk memburu pihak yang bertanggung jawab di balik keberadaan peserta berseragam almamater tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian maupun panitia penyelenggara tidak pernah merencanakan apalagi membayar massa untuk meramaikan agenda nasional tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi menyikapi maraknya sorotan publik terkait keberadaan peserta yang diduga dibayar dan mengenakan jas almamater perguruan tinggi di tengah barisan massa.

"Kepolisian dan penyelenggara pastinya tidak mengetahui ada mahasiswa sewaan. Kami tidak pernah mengundang mereka," tegas Budi saat memberikan keterangan wartawan di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026).

Budi menjelaskan bahwa kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda pada Kamis (29/10/2026) lalu pada dasarnya terbuka untuk seluruh elemen pemuda Indonesia, bukan hanya terbatas pada kelompok mahasiswa.

Sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan hingga elemen pegiat seni budaya dari berbagai daerah turut dilibatkan guna menyemarakkan peringatan hari bersejarah tersebut.

"Sumpah Pemuda itu ruang terbuka bagi seluruh pemuda. Ada penyanyi dari Ambon, ada FBR, dan elemen lainnya. Jadi tidak melulu harus mahasiswa," jelasnya.

Meski demikian, kemunculan rombongan yang mengenakan atribut almamater dan disinyalir menerima imbalan uang tunai tetap menjadi perhatian serius jajaran Polda Metro Jaya.

Guna menjaga transparansi, tim khusus kini diterjunkan untuk mengusut tuntas motif serta mekanisme masuknya massa bayaran tersebut ke dalam area inti acara.

"Kami sedang lakukan audit dan investigasi mendalam. Kenapa mereka bisa berada di situ menggunakan jas almamater dan siapa yang menggerakkan," tuturnya.

Polda Metro Jaya memastikan bakal menindak tegas dan memberikan sanksi kepada oknum atau pihak luar yang terbukti merekrut serta memanfaatkan atribut mahasiswa demi kepentingan tertentu.

Hasil dari proses penyelidikan yang komprehensif ini berjanji akan dibuka secara terang benderang kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan teknis selesai dilakukan.

"Setelah penelusuran ini komprehensif dan paripurna, pasti kami sampaikan. Siapa pun yang bertanggung jawab akan menerima sanksi tegas," pungkas Budi. (*)

Polda Metro Jaya selidiki dalang di balik hadirnya mahasiswa bayaran berjas almamater pada Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories