Karhutla Dinyatakan Padam, Pemprov Jateng Masih Tutup Jalur Pendakian di Gunung Sumbing dan Lawu, Ini Alasannya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Pemprov Jateng Saat Ini Masih Menutup Jalur Pendakian di Gunung Sumbing dan Lawu
Pemprov Jateng Saat Ini Masih Menutup Jalur Pendakian di Gunung Sumbing dan Lawu (Foto: jatengprov.go.id)

RIWARA.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing dan Gunung Lawu saat ini telah dinyatakan padam. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) masih tetap menutup sementara seluruh jalur pendakian.

Jalur pendakian tersebut akan dibuka kembali setelah status siaga darurat dicabut dan curah hujan stabil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan imbauan penutupan sementara jalur pendakian gunung tersebut tertuang dalam surat bernomor S/500.4/891/2026.

Surat tersebut diikuti dengan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Jateng 2026, melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026.

Dalam surat itu, ada beberapa arahan Gubernur Jateng di antaranya pengelola jalur pendakian diminta menutup sementara seluruh jalur, dan memperketat patroli untuk mencegah pendakian ilegal.

Selain itu, pengelola jalur pendakian juga diminta melakukan sosialisasi dan edukasi dalam pencegahan karhutla, memasang larangan pembakaran terbuka dan pembuatan api unggun, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.

Menurut Heru, edukasi itu penting karena dugaan sementara kebakaran yang melanda dua gunung di Jateng disebabkan oleh faktor kelalaian manusia dalam mengelola api.

“Dibukanya jalur pendakian jika situasi khusus untuk dua gunung itu (Sumbing dan Lawu), tanggap daruratnya dicabut dan ketika hujannya sudah stabil,” ujarnya dikutip Riwara.id dari laman jatengpro.go.id, Sabtu 31 Oktober 2026.

Heru menegaskan penutupan jalur pendakian ini tidak hanya berlaku untuk Gunung Sumbing dan Gunung Lawu yang mengalami karhutla, tetapi juga seluruh jalur pendakian gunung di Jawa Tengah.

Beberapa di antaranya adalah Gunung Slamet, Gunung Muria, Gunung Merapi, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merbabu.

“Jadi, mohon bersabar dulu. Nanti kalau kondisinya sudah stabil, hujan stabil, kemudian status siaga daruratnya sudah dicabut, dan memungkinkan untuk mendaki, pasti akan kami mintakan untuk dibuka kembali,” ungkap Heru.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jawa Tengah, Lazuardi, mendukung keputusan Pemprov Jateng karena dapat menjadi upaya preventif agar kebakaran hutan tidak meluas.

"Kami juga menerjunkan beberapa anggota lokal sekitar basecamp untuk membantu pantauan di lokasi. Itu memang langkah yang tepat, setidaknya preventif daripada nanti dampaknya bisa lebih luas,” jelas Lazuardi.

Ia pun mengimbau para pendaki untuk menaati prosedur keselamatan yang telah ditetapkan pengelola pendakian atau basecamp, seperti penggunaan api untuk merokok maupun menyalakan api selama pendakian.

“Kejadian ini (kebakaran) berimbas pada perekonomian warga dan alam sekitar. Harapan kami, perlu segera dilakukan penanaman kembali dan pelatihan dari instansi terkait untuk penanganan kebencanaan,” imbuh Lazuardi.

Pemprov Jateng saat ini masih menutup jalur pendakian di Gunung Sumbing dan Gunung Lawu, meskipun karhutla dinyatakan telah padam. Upaya itu untuk mencegah karhutla yang berulang.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories