Kabut Asap Karhutla Makin Parah, 40 Penerbangan Batal dan Ribuan Rute Terdampak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 15:35 WIB
Ini Bahayanya Kabut Asap Karhutla yang Dapat Mengganggu Operasional Penerbangan
Ini Bahayanya Kabut Asap Karhutla yang Dapat Mengganggu Operasional Penerbangan (Foto: Instagram.com/@infobmkg)

RIWARA.id – Sebanyak 40 penerbangan terpaksa batal beroperasi mulai 22 hingga 25 Oktober 2026 akibat kepungan kabut asap tebal yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

Keputusan pembatalan puluhan jadwal penerbangan tersebut resmi disampaikan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Langkah tegas ini diambil lantaran pekatnya kabut asap telah memangkas jarak pandang penerbangan hingga di bawah batas aman operasional bandara.

Sejumlah rute vital yang terdampak langsung pembatalan ini meliputi penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, hingga Singkawang.

Dampak buruk karhutla terhadap sektor penerbangan nasional sejatinya telah berlangsung secara masif selama beberapa bulan terakhir.

Data resmi Kementerian Perhubungan per 21 Oktober 2026 mencatat sebanyak 2.775 penerbangan berjadwal domestik terganggu akibat bencana karhutla sejak 11 Agustus 2026.

Dari total penerbangan yang terdampak tersebut, sebanyak 1.544 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda demi menekan risiko kecelakaan.

Sementara itu, sebanyak 1.170 penerbangan lainnya harus menanggung imbas berupa keterlambatan jadwal keberangkatan maupun kedatangan.

Gangguan operasional tidak berhenti di situ, sebanyak 25 penerbangan terpaksa dialihkan ke bandara lain dan enam pesawat harus terbang kembali ke bandara asal.

Di sisi lain, terdapat 30 penerbangan yang terpaksa mengalami percepatan jadwal untuk memanfaatkan celah jarak pandang yang sempat membaik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan jiwa penumpang dan kru maskapai menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” tegas Lukman dalam keterangan resminya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ancaman kabut asap ini dinilai sangat krusial karena merusak visibilitas di sekitar area landasan, sehingga membahayakan proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.

Saat ini, krisis udara akibat karhutla tidak hanya melanda Kalimantan dan Sumatera, tetapi telah meluas hingga ke Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, serta Nusa Tenggara Timur.

Guna mengantisipasi dampak yang makin meluas, Kemenhub memperketat kesiapsiagaan seluruh pengelola bandara di wilayah terdampak.

Pengelola bandara diinstruksikan untuk menerapkan prosedur khusus jarak pandang rendah secara ketat bekerja sama dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bagi para penumpang yang penerbangannya terlanjur dibatalkan, Kemenhub mengimbau untuk segera menghubungi pihak maskapai terkait.

Penumpang berhak mendapatkan kepastian informasi mengenai opsi penjadwalan ulang (reschedule) maupun proses pengembalian biaya tiket (refund).

Masyarakat yang hendak bepergian juga diminta rutin memantau pembaruan informasi melalui saluran resmi maskapai dan otoritas bandara sebelum berangkat.

Pemerintah kembali menekankan komitmennya bahwa operasional penerbangan di seluruh wilayah Indonesia tidak akan pernah dipaksakan selama kriteria keselamatan udara belum terpenuhi. (*)

Dampak karhutla meluas, 40 penerbangan batal dan ribuan rute terganggu kabut asap. Kemenhub prioritaskan keselamatan penumpang.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories