JAKARTA, RIWARA.ID - Nama Chairul Tanjung tentu sudah sangat familier bagi masyarakat Indonesia. Sosok yang dijuluki "Si Anak Singkong" ini tak hanya dikenal sebagai salah satu konglomerat tersukses di tanah air, tetapi juga figur yang kembali dipanggil untuk mengabdi pada negara.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Chairul Tanjung sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan ini menjadi bagian dari pelantikan 26 anggota Wantimpres, di mana Pratikno menjabat sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan M. Qodari sebagai Sekretaris.
Momen ini menandai kembalinya bos CT Corp tersebut ke lingkaran Istana usai lebih dari satu dekade meninggalkan kursi pemerintahan. Lantas, bagaimana rekam jejak perjuangan hidup sang pengusaha hingga kini dipercaya menjadi penasihat presiden?
Merintis Usaha dari Kampus Kedokteran Gigi
Lahir di Jakarta pada 18 Juni 1962, perjalanan sukses Chairul Tanjung sama sekali tidak didapatkan secara instan. Naluri bisnisnya justru terasah ketika ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI).
Demi membiayai kuliahnya, Chairul muda tidak gengsi melakoni berbagai bisnis kecil-kecilan. Mulai dari jualan buku kuliah, bisnis kaus sablon, hingga membuka jasa fotokopi di lingkungan kampus pernah ia jalani dengan tekun.
Meski berhasil menyelesaikan gelar dokter giginya pada tahun 1987, panggilan jiwa di dunia usaha rupanya lebih kuat. Ia memutuskan untuk tidak mempraktikkan profesi dokter gigi dan memilih fokus membesarkan jalur bisnisnya.
Membangun Kerajaan Bisnis CT Corp
Langkah serius Chairul di dunia industri dimulai pada tahun 1987 dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama beberapa rekan bisnisnya. Dari sana, kepiawaiannya dalam membaca peluang membawa usahanya berkembang pesat hingga membentuk Para Group.
Seiring gurita bisnisnya yang makin membesar di berbagai sektor, Para Group resmi bertransformasi nama menjadi CT Corp pada 1 Desember 2011. Lewat CT Corp, Chairul Tanjung membangun ekosistem bisnis yang sangat kuat dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, di antaranya:
- Sektor Keuangan: Bank Mega dan Mega Syariah
- Sektor Media & Hiburan: Trans Corp (menaungi Trans TV dan Trans7)
- Sektor Ritel & Properti: Transmart, jaringan hotel, hingga taman hiburan Trans Studio
Rekam Jejak di Pemerintahan hingga Kembali ke Istana
Kiprah Chairul Tanjung tidak hanya cemerlang di sektor swasta. Dedikasi dan pemikirannya di bidang ekonomi membuatnya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada periode 2010–2014. Puncak karier birokrasi SBY kemudian menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Mei 2014 untuk menggantikan Hatta Rajasa hingga akhir masa jabatan pada Oktober 2014.
Kini, setelah berfokus mengembangkan imperium bisnisnya selama bertahun-tahun, pengalamannya yang matang di dunia usaha dan pemerintahan kembali dipanggil negara. Pelantikannya sebagai anggota Wantimpres di era Presiden Prabowo Subianto menempatkannya pada peran vital untuk memberikan ide, masukan, serta pertimbangan strategis demi kemajuan ekonomi dan pembangunan bangsa. ***
Chairul Tanjung resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai anggota Wantimpres. Simak kisah inspiratif dan perjalanan bisnis bos CT Corp berikut ini