Profil dan Rekam Jejak Rocky Gerung: Dulu Kritik Keras, Kini Resmi Ditunjuk Prabowo Masuk Jajaran Wantimpres

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres (Foto: Setneg)

JAKARTA, RIWARA.ID - Sosok Rocky Gerung tentu sudah tak asing lagi di telinga publik. Pria yang dikenal lewat pemikiran tajam dan keahliannya menguliti berbagai kebijakan publik ini mendadak mencuri perhatian usai resmi melangkah masuk ke dalam lingkaran Istana Kepresidenan.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rocky Gerung sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pelantikan ini menandai babak baru bagi sang filsuf yang selama ini lebih banyak berada di luar garis pemerintahan.

Lantas, bagaimana perjalanan karier dan rekam jejak akademis pengamat politik kenamaan ini hingga akhirnya diberi amanah memberi masukan langsung kepada Kepala Negara?

Berakar dari Kampus Kuning: Menyelami Filsafat dan Ilmu Politik

Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini menorehkan jejak pendidikan tingginya di Universitas Indonesia (UI). Perjalanannya di Kampus Kuning dimulai pada tahun 1979 saat ia mendaftar di jurusan Ilmu Hubungan Internasional.

Namun, rasa ingin tahunya yang mendalam terhadap pemikiran kritis membawa Rocky berpindah haluan ke jurusan Filsafat. Ia berhasil menyelesaikan gelar sarjananya di ranah keilmuan tersebut pada tahun 1986.

Kecintaannya pada dunia intelektual tidak berhenti setelah lulus. Rocky kembali ke almamaternya untuk mengabdi sebagai dosen tidak tetap di UI. Selama kurang lebih 15 tahun mengajar, ia konsisten mengampu berbagai mata kuliah penting, mulai dari filsafat, ilmu politik, hingga metodologi penelitian.

Aktivis Demokrasi dan Pendiri SETARA Institute

Dunia akademis hanyalah salah satu panggung tempat Rocky mengasah pemikirannya. Pengalamannya dalam berbagai riset dan forum diskusi ilmiah lambat laun mendorongnya untuk terlibat aktif dalam gerakan sosial.

Ia memiliki perhatian khusus terhadap penguatan demokrasi dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Kepedulian ini dibuktikannya dengan menjadi salah satu pendiri SETARA Institute pada tahun 2005 bersama sejumlah tokoh intelektual lainnya. Lewat lembaga inilah, Rocky banyak melahirkan kajian kritis mengenai persoalan pluralisme dan kebebasan sipil.

Tak berhenti di situ, perjalanan profesional Rocky juga sempat bersinggungan langsung dengan dinamika partai politik. Ia pernah terlibat dalam pendirian Partai Indonesia Baru (PIB) serta aktif di Partai Serikat Rakyat Independen (SRI).

Menjadi "Filsuf Publik" dan Langkah Baru di Wantimpres

Nama Rocky Gerung semakin melambung dan dikenal luas oleh masyarakat lewat keberaniannya menyampaikan argumentasi pedas di berbagai seminar, forum diskusi, hingga acara debat di televisi nasional. Gaya bicaranya yang khas dan lugas membuat pemikirannya kerap menjadi topik perbincangan hangat di tengah publik.

Kini, setelah berdekade-dekade berada di panggung diskusi independen sebagai kritikus, Rocky dihadapkan pada peran baru. Pelantikannya sebagai anggota Wantimpres menempatkannya dalam posisi strategis untuk memberikan nasihat, pertimbangan, serta masukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal arah kebijakan bangsa. ***

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres. Simak profil lengkap dan perjalanan karier sang filsuf kritis.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories