Profil Komjen Wahyu Hadiningrat, Sosok Pintar Tanpa Jabatan Kapolda yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Wakapolri

Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB
Komjen Pol Wahyu Hadiningrat
Komjen Pol Wahyu Hadiningrat (Foto: Humas Polri)

RIWARA.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Wahyu menggantikan posisi Komjen Polisi Dedi Prasetyo untuk mendampingi Kapolri baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dalam jajaran kepemimpinan Korps Bhayangkara.

Pelantikan perwira tinggi berpangkat bintang tiga tersebut digelar berbarengan dengan agenda pelantikan Kapolri serta deretan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Langkah reshuffle pimpinan Polri ini menjadi momentum krusial bagi penyegaran struktur penegakan hukum di tanah air.

Penunjukan Wahyu Hadiningrat terbilang menarik perhatian publik dan pengamat kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 ini dikenal sebagai perwira yang cerdas serta memiliki rekam jejak akademik menanjak, meski sepanjang kariernya tidak pernah mengampu jabatan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).

Sebelum dipercaya memegang tongkat komando sebagai orang nomor dua di Mabes Polri, Wahyu menduduki jabatan strategis sebagai Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) Kapolri sejak 20 September 2024. Pengalaman panjang di bidang manajemen anggaran dan perencanaan menjadi modal kuat dalam menata internal kepolisian.

Pria kelahiran Bandung tahun 1970 tersebut mengawali pengabdian di Korps Bhayangkara dari level bawah. Usai menuntaskan pendidikan di Akpol, ia langsung menempati posisi Perwira Pertama (Pama) di lingkungan Polda Jawa Barat pada tahun 1993.

Karier kepemimpinannya terus menanjak saat dipercaya menjadi Wakapolres Cirebon Selatan pada tahun 1994, sebelum akhirnya menduduki posisi pimpinan wilayah hukum tingkat kecamatan sebagai Kapolsek Soreang Polres Bandung satu tahun berselang.

Pengalaman lapangan Komjen Wahyu teruji kuat di bidang reserse kriminal. Pada tahun 1997, ia memegang posisi Kasatserse Polres Bandung, kemudian bergeser mengemban tugas yang sama sebagai Kasatserse Polresta Bogor pada 1998.

Rekam jejaknya dalam penanganan perkara tindak pidana semakin matang saat ditarik ke tingkat Polda Jawa Barat. Jabatan Kanit III Sat II Ditreskrimum sukses diemban pada tahun 2004, disusul promosi sebagai Kasat I Ditreskrim Polda Jawa Barat pada 2006.

Tak hanya lihai dalam penanganan pidana umum, Wahyu juga mengantongi keahlian dalam penanggulangan terorisme. Rekam jejaknya mencatat ia pernah dipercaya memimpin unit krusial sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Barat Densus 88 Antiteror Polri.

Kepercayaan untuk memimpin wilayah hukum perkotaan yang padat dan kompleks kembali didapat saat ia dilantik menjadi Kapolres Metro Bekasi pada 2011. Setahun kemudian, kepemimpinannya kembali diuji di wilayah Ibu Kota dengan menduduki jabatan Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Sepanjang periode 2016 hingga 2018, perjalanan karier Wahyu semakin berpusat di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Ia sempat menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri hingga menduduki posisi Wadirtipidsiber Bareskrim Polri untuk meredam kejahatan di dunia maya.

Keahliannya di bidang intelijen dan keamanan siber membawanya masuk ke lingkaran Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai Direktur Respon Ancaman Deputi Bidang Intelijen Siber pada 2017. Pengalaman ini melengkapi portofolio kepemimpinannya sebelum ditunjuk menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2018 dan Wakabareskrim Polri pada 2020 di era pimpinan Jenderal (Purn.) Idham Azis.

Sisi keunggulan akademis dan kepemimpinan Wahyu dibuktikan melalui penyelesaian jenjang pendidikan formal kepolisian secara konsisten. Selain lulusan Akpol, ia telah mengantongi kelulusan dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), hingga menuntaskan Sespimti pada tahun 2016.

 

Presiden Prabowo melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Simak rekam jejak dan profil perwira senior rekrutan Akpol 1992 ini.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories