Presiden Prabowo Bentuk Badan Baru untuk Pengawasan Lahan Gambut, Akankah Efektif Cegah Karhutla?

Sabtu, 26 September 2026 | 21:26 WIB
Presiden Prabowo Membentuk BPGMN untuk Memperkuat Pengelolaan Lahan Gambut dan Mencegah Karhutla
Presiden Prabowo Membentuk BPGMN untuk Memperkuat Pengelolaan Lahan Gambut dan Mencegah Karhutla (Foto: BPMI)

RIWARA.id - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sering terjadi di Indonesia saat musim kemarau menjadi perhatian khusus bagi Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu penyebab terjadinya karhutla adalah titik api yang ada di lahan gambut yang sulit terdeteksi.

Untuk itu, Presiden Prabowo membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang bertujuan memperkuat pengelolaan lahan gambut, sekaligus mencegah karhutla agar tidak terus berulang.

BPGMN dibentuk sebagai salah satu hasil diskusi Presiden bersama sejumlah akademisi di Istana Merdeka, Jakarta pada 24 September 2026.

Sebagai badan independen yang berada langsung di bawah Presiden, BPGMN akan diisi oleh jajaran ilmuwan dan tenaga profesional.

Badan ini memprioritaskan penanganan di 6 provinsi yang memiliki ekosistem gambut terbesar dan dinilai rawan karhutla. Enam provinsi itu adalah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Dalam operasionalnya, BPGMN akan bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperbarui sistem deteksi dini.

Pemantauan titik panas (hotspot) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sehingga antisipasi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

"BRIN diminta untuk mendukung keberadaan dan peran dari badan baru ini (BPGMN) khususnya dalam hal deteksi dini hotspot. Kita akan terus perbarui dengan AI yang semakin canggih untuk antisipasi kebakaran hutan lebih dini lagi," ujar Kepala BRIN, Arif Satria, yang dikutip Riwara.id dari akun Instagram @indonesiago.id, Sabtu 26 September 2026.

Tidak hanya dalam hal pencegahan, pemerintah juga menyiapkan penguatan penanganan ketika kebakaran terjadi.

Satgas darat akan dioptimalkan untuk merespons kebakaran secara langsung. Teknologi di lapangan juga diperkuat melalui pemanfaatan water injection, pompa portabel di tingkat desa, dan pengeboran dangkal.

Upaya pencegahan akan dilakukan melalui riset, pemetaan komprehensif, deteksi dini, hingga pemantauan titik panas. Pengelolaan juga akan melibatkan ilmuwan, profesional, perangkat desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dengan memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, operasi lapangan, serta pengalaman masyarakat, pengelolaan lahan gambut diharapkan semakin terintegrasi sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla.

Presiden Prabowo membentuk BPGMN untuk mencegah karhutla sejak dini. Badan ini fokus pada pengawasan dan pengelolaan lahan gambut.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories