RIWARA.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terbaru tentang prediksi cuaca di wilayah Indonesia. Berdasarkan data BMKG, awal musim hujan 2006-2007 di 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran dari rerata klimatologisnya.
Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra sekitar Indonesia juga berdampak pada berkurangnya curah hujan.
“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dikutip Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Selasa 22 September 2026.
Kedatangan musim hujan di Indonesia diprediksi tidak terjadi secara serentak. Sebagian besar wilayah akan memasukinya pada bulan November dan Desember 2026. Meskipun durasinya cenderung lebih pendek dari biasanya, sifat hujan secara umum masih berada pada kategori normal. Puncak musim hujan akan berlangsung bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027.
Di sisi lain, dampak El Nino sangat kuat saat ini sudah dirasakan dengan meluasnya wilayah yang mengalami musim kemarau, mencakup 61% daratan Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan catatan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang melebihi 60 hari di 25 provinsi. Bahkan, wilayah Bantul mencatat rekor HTH terpanjang yaitu mencapau 131 hari.
Dalam menghadapi potensi kekeringan panjang dan mundurnya musim hujan, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah dan masyarakat, yaitu:
- Sektor Pangan dan Air
Sesuaikan jadwal tanam dengan varietas siklus pendek, hemat penggunaan air rumah tangga, serta kelola elevasi waduk dan PLTA secara proporsional.
- Sektor Kesehatan dan Lingkungan
Waspadai penurunan kualitas udara saat kemarau, optimalkan sirkulasi udara ruangan, serta gencarkan PSN dan larvasidasi untuk mengantisipasi potensi DBD.
- Mitigasi Bencana
Tingkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada September – Oktober. Siapkan infrastruktur drainase dan jalur evakuasi untuk mengantisipasi bencana banjir saat memasuki puncak musim hujan.
BMKG juga mengimbau masyarakat jika musim kemarau ini dapat dimanfaatkan untuk bergotong-royong membersihkan saluran air agar lingkungan tidak banjir ketika musim hujan datang.
EL Nino kuat terjadi di wilayah Indonesia, musim hujan diprediksi datang terlambat. Puncak musim hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027.