JAKARTA, RIWARA.ID – Komisi III DPR RI meminta aparat penegak hukum, khususnya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman peredaran narkotika modus baru. Modus tersebut berupa penjualan paket-paket narkoba berharga murah yang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah hingga kalangan pelajar.
Peringatan tegas ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Kejaksaan Tinggi DIY di Kota Yogyakarta.
Ancaman Narkoba Murah di Kota Pelajar
Dede menegaskan bahwa kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan mengingat predikat DIY sebagai Kota Pelajar. Ia mengingatkan agar para bandar narkoba tidak memanfaatkan celah ini untuk merusak generasi muda melalui paket-paket kecil dengan harga terjangkau.
"Karena DIY ini Kota Pelajar, jangan sampai ada paket murah narkoba dengan sasaran pelajar oleh para bandar. Kami minta aparat penegak hukum, khususnya BNNP, untuk lebih mengantisipasi dan waspada. Di luar Jawa sudah ditemukan paket Rp50 ribu dan Rp100 ribu dengan sasaran kelas menengah ke bawah," ujar Dede dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat, 18 September 2026.
Modus Baru Bandar Narkoba Menyasar Ekonomi Bawah
Menurut Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut, pola distribusi narkotika dalam kemasan ekonomis perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen penegak hukum. Jika dibiarkan, zat terlarang ini akan semakin mudah dijangkau oleh kelompok masyarakat rentan.
"Bandar-bandar tersebut sengaja menyasar masyarakat kecil agar mereka bisa menikmati narkoba lewat paket-paket kecil. Ini harus menjadi bahan kajian dan fokus pengawasan kita bersama," tegas Dede.
Dede memungkas dengan menekankan pentingnya sinergi dan langkah antisipasi terpadu antara aparat penegak hukum dan BNNP DIY. Pengawasan ketat secara berkala diharapkan mampu membendung meluasnya jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Yogyakarta. ***
Komisi III DPR RI ingatkan BNNP DIY untuk mewaspadai ancaman peredaran narkoba paket murah seharga Rp50 ribuan yang mengincar kalangan pelajar di Yogyakarta