RIWARA.id – Hingga saat ini, tim Basarnas masih terus melakukan pencarian 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak sejak 7 September lalu di Selat Sunda, ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam pencarian itu, tim Basarnas mengungkapkan banyaknya tantangan yang terjadi di lapangan.
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengatakan para korban yang hilang tersebut tidak dilengkapi Personal Locator Beacon (PLB) sehingga area pencarian menjadi lebih luas. Selain itu, lokasi pencarian yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih erupsi, turut menyulitkan proses pencarian karena meningkatkan risiko bagi tim SAR.
“Terkait kondisi gunung itu sendiri, saat kita belum yakin posisi korban dimana, tidak mungkin kita masuk di wilayah yang mengalami erupsi. Kondisi udara juga berpengaruh karena masih ada letupan-letupan dari Gunung Anak Krakatau, yang masih menciptakan abu vulkanik yang terbawa udara,” ujarnya dikutip Riwara.id dari akun Instagram @indonesiago.id, Kamis 10 September 2026.
Kepala Basarnas menyebut wilayah yang sangat dekat dengan erupsi tidak akan dilewati, baik dengan drone maupun sarana udara karena dapat membahayakan tim penyelamat.
Komdigi Perkuat Sarana Telekomunikasi untuk Pencarian Para Jurnalis
Di sisi lain, untuk mendukung pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda, Kementerian Komdigi berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk memperkuat kualitas jaringan di sekitar lokasi pencarian.
Untuk mendukung tim penyelamat, Menteri Komdigi Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks, spekulasi, maupun informasi yang belum terverifikasi selama proses pencarian berlangsung. Pastikan informasi diperoleh dari sumber resmi dan terverifikasi seperti Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan otoritas terkait lainnya.
Kementerian Komdigi juga mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan saat melakukan kegiatan jurnalistik, terutama di wilayah yang rawan bahaya. Para jurnalis dan masyarakat diimbau untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas setempat serta hindari kawasan berbahaya. Selain itu, juga perhatikan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik.
Kementerian Komdigi meminta masyarakat untuk memberikan ruang serta dukungan bagi keluarga dan tim SAR, menjaga ruang informasi agar tetap tenang, dan mendoakan keselamatan para jurnalis beserta awak kapal.
Basarnas mengungkapkan berbagai kesulitan dalam pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang di Selat Sunda.